NTT Kekurangan 587 Dokter

NTT Kekurangan 587 Dokter

3 August 2007 | Posted in Artikel, berita-lengkap


Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sampai saat ini masih mengalami kekerungan tenaga dokter umum dan dokter gigi sebanyak 587 orang dari total kebutuhan tenaga dokter 1.572 orang.

Jumlah tersebut terdiri atas 156 dokter umum dan 431 dokter gigi, kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, dr. Stef Bria Seran, di Kupang, Selasa. “Jumlah dokter umum yang ada sebanyak 833 dan jumlah dokter gigi 152 orang. Kita masih kekurangan 587 dokter untuk ditempatkan baik di rumah sakit maupun pusat kesehatan masyarakat,” katanya.

Menurut dia, standar kebutuhan dokter umum di Puskemas sesuai Kepmenkes RI Nomor:81/Menkes/SK/I/2004 tanggal 13 Januari 2004 tiga orang ditambah satu dokter gigi. Sedangkan untuk rumah sakit umum type B harus ada 34 dokter umum dan tiga dokter gigi dan untuk rumah sakit umum type C, enam dokter umum dan satu dokter gigi.

Di NTT misalnya, terdapat 249 puskemas, maka tenaga dokter yang dibutuhkan sesuai dengan standar pelayanan kesehatan adalah sebanyak 996 orang dokter, sudah termasuk dokter gigi. Jumlah sebanyak itu hanya untuk kebutuhan tenaga medis di puskemas-puskemas, belum termasuk kebutuhan rumah sakit, baik type B maupun C yang ada di seluruh wilayah NTT, katanya. “Ini standar nasional untuk bisa memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat yang membutuhkan perawatan kesehatan, baik di rumah sakit umum maupun puskemas,” katanya.

Di NTT, kata dia, ada puskemas terutama di daerah-daerah terpencil yang belum memiliki dokter tetap. Pelayanan kesehatan masih dilakukan oleh para bidan desa. “Belum semua puskemas di NTT ada dokter, apalagi harus memenuhi standar kebutuhan dokter. Kegiatan pelayanan kesehatan sehar-hari dilakukan oleh bidan desa yang sudah terlatih,” katanya. Selain para bidan desa, pemerintah pusat ikut membantu tenaga dokter ke puskemas-puskemas melalui penempatan dokter pegawai tidak tetap (PTT). Dia belum bisa memastikan, sampai kapan semua puskesmas di NTT bisa memiliki tenaga dokter, karena jumlah kebutuhan dokter akan terus meningkat seiring dengan pemekaran wilayah otonomi baru di NTT.