Osteoporosis Turunkan Produktivitas Bangsa

Osteoporosis Turunkan Produktivitas Bangsa

31 August 2007 | Posted in Artikel, berita-lengkap


BoneDiva, Kampanyekan Deteksi Dini dan Penanganan Tepat.Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (PERWATUSI) dan kelompok tokoh-tokoh perempuan Indonesia yang selama ini telah mendukung PERWATUSI bersama P.T. Roche Indonesia mengadakan Lokakarya dengan tema “Osteoporosis Menurunkan Produktivitas Bangsa”.

Tujuan dari lokakarya ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang osteoporosis melalui organisasi-organisasi, Lembaga Swadaya Masyarakat dan media massa dengan:

  1. Berbagi informasi dan pengalaman tentang osteoporosis dengan para pimpinan organisasi perempuan, khususnya permasalahan menopausal dan post-menopausal yang merupakan kondisi terselubung dan akan menjadi berbahaya jika tidak ditangani dengan benar sedini mungkin.
  2. Menumbuhkan kesadaran peserta dan mampu menyebar luaskan kepada masyarakat tentang :
    1. Upaya pencegahan osteoporosis sangat penting dimulai sedini mungkin bahkan sejak masih dalam kandungan
    2. Masyarakat yang beresiko terkena atau terdiagnosa osteoporosis perlu segera berkonsultasi dengan dokter agar mendapat penanganan yang tepat
    3. Usaha penanganan osteoporosis merupakan usaha jangka panjang yang juga membutuhkan obat sehingga dapat meningkatkan upaya kesembuhan.

Bersamaan dengan penyelenggaraan lokakarya ini, diluncurkan kampanye BoneDiva. Kampanye edukasi osteoporosis ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang osteoporosis, penyakit yang tanpa keluhan hingga terjadinya patah tulang serta meningkatkan kepedulian masyarakat akan pentingnya deteksi dini osteoporosis dan penanganan yang tepat bagi mereka yang terdiagnosa osteoporosis. Program kampanye yang diawali dengan penyelenggaraan lokakarya tentang osteoporosis tersebut akan diisi dengan berbagai kegiatan seperti edukasi masyarakat melalui road show, seminar, diskusi, presentasi, kegiatan pelatihan untuk mereka yang memberikan pelatihan bagi pasien osteoporosis (*training of trainers*), penyediaan berbagai informasi bagi masyarakat baik cetak maupun melalui situs http://bonediva.roche.co.id.

Dalam lokakarya dan peluncuran kampanye BoneDiva tersebut hadir hampir 100 wanita dari berbagai organisasi dibawah KOWANI (Kongres Wanita Indonesia), anggota kelompok *Women Leaders** *yang antara lain dimotori oleh *Ibu Sulasikin Murpratomo, Ibu Soepardjo Roestam, Ibu Herawati Diah, dr. Sonja Roesma SKM. AAK* , *pimpinan *organisasi-organisasi kewanitaan dan media

Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan *Prof. DR. Meutia Hatta Swasono* mempunyai kepedulian yang tinggi tentang masalah osteoporosis ini dan telah berkenan menyampaikan keynote speech serta membuka lokakarya ini.

Sementara itu, Ketua Umum PERWATUSI *Ibu Alwiesma I. A. Rachman* mengatakan, “Di Indonesia, kampanye pencegahan dan penanganan osteoporosis sudah dilakukan. Sangat diharapkan bahwa anggota masyarakat yang telah mengetahui masalah osteoporosis ini dapat menyebarluaskannya kepada yang lain, agar kesadaran masyarakat dari segala lapisan dapat ditingkatkan, baik tentang deteksi dini, dampak buruk osteoporosis serta pentingnya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosa dan pengobatan yang tepat”

“Kabar baik bahwa osteoporosis dapat dicegah dan diobati harus disebar luaskan. Gaya hidup, pola makan dan beraktivitas fisik merupakan kunci utama untuk melawan osteoporosis” lanjutnya.

Produktivitas Turun, Beban Ekonomi Sosial Naik

Osteoporosis merupakan masalah global yang erat kaitannya dengan menurunnya kualitas hidup dan produktivitas sebagian besar yang memasuki usia lanjut, khususnya wanita. Data dunia menyebutkan, satu dari tiga wanita dan satu dari lima pria berisiko terkena osteoporosis. Sementara itu, data dari situs web Departemen Kesehatan menunjukkan, usia harapan hidup di Indonesia meningkat dari 64,71 tahun (1995 – 2000) menjadi 67,68 tahun (2000 – 2005), dan populasi penduduk lanjut usia mencapai 18,4 juta di 2005 dengan perkiraan 19,7% dari populasi tersebut menderita osteoporosis.

Jika osteoporosis mencapai tahap lanjut, dapat menyebabkan patah tulang yang merugikan tidak saja pasien karena mempengaruhi aktivitas sehari-hari, baik dari faktor-faktor fisik maupun psikis (kejiwaan), tetapi juga menjadi beban pembiayaan kesehatan, ekonomi maupun sosial. Sebuah studi di Amerika menyebutkan biaya pengobatan patah tulang akibat osteoporosis di seluruh dunia diperkirakan akan mencapai US$ 131,5 milyar pada 2050.

Inge Kusuma, Direktur PT. Roche Indonesia menjelaskan,”Penurunan produktivitas dan meningkatnya beban baik ekonomi maupun sosial akibat osteoporosis bisa dikurangi dengan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang osteoporosis.” Lanjutnya, “Melalui kampanye BoneDiva, Roche memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya wanita *pre-menopausal* dan *post menopausal* bahwa osteoporosis adalah penyakit terselubung yang melumpuhkan, sehingga penting dilakukan deteksi dini. Kampanye ini juga berupaya meyakinkan masyarakat yang berisiko terkena atau terdiagnosa osteoporosis untuk segera berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.”

Dari sisi medis, *Prof. DR. Dr. Ichramsjah A. Rachman, SpOG-K*, pakar osteoporosis yang juga Ketua Umum Perkumpulan Osteoporosis Indonesia (PEROSI) dan menjadi salah satu narasumber dalam lokakarya dan peluncuran kampanye BoneDiva tersebut menjelaskan tentang sangat pentingnya menciptakan kesadaran masyarakat dalam pencegahan osteoporosis. Khususnya untuk penanganan osteoporosis diperlukan usaha jangka panjang yang membutuhkan obat yang efektif, murah, aman dan nyaman sehingga dapat
mengatasi kekeroposan tulang dan meningkatkan kekuatan tulang.

Tentang Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (PERWATUSI)

Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (PERWATUSI) adalah suatu organisasi sosial kemasyarakatan nirlaba tidak berpolitik yang peduli dengan kesehatan, terutama kesehatan tulang masyarakat Indonesia.

PERWATUSI berusaha membantu masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan tulang melalui program penyuluhan dan pelatihan kader, pelatihan instruktur senam baik senam pencegahan maupun senam penderita osteoporosis, penyebar luasan informasi dll.

Sejak 5 November 2005 PERWATUSI telah menjadi anggota penuh IOF (International Osteoporosis Foundation). Saat ini Perwatusi daerah telah ada di 10 kota yaitu di Banjarmasin, Bekasi, Bogor, Makassar, Malang, Padang, Pekanbaru, Semarang, Sukohardjo dan Surabaya yang bersama PEROSI bahu membahu mengatasi masalah osteoporosis di Indonesia

Sumber : Pers