Pencanangan Menyongsong Se-abad Kiprah Dokter Indonesia Dan Diskusi Bulanan

Pencanangan Menyongsong Se-abad Kiprah Dokter Indonesia Dan Diskusi Bulanan

4 August 2007 | Posted in Artikel, berita-lengkap


Dalam rangka menyongsong sebad kiprah dokter Indonesia dan sebabad kebangkitan nasional (20 Mei 1908 – 20 Mei 2008), PB IDI akan melakukan pencanangan dengan melakukan pemasangan giant banner di halaman kantor PB IDI Jl. Samratulangi 29 Jakarta. Selain itu juga akan dikakukan diskusi publik bulanan dengan topik :

KONDISI KESEHATAN BANGSA: STUDI KASUS KONDISI KESEHATAN PENGUNGSI KORBAN LUMPUR LAPINDO KERANGKA ACUAN DISKUSI PUBLIK BULANAN PB IDI TENTANG
KONDISI KESEHATAN BANGSA: STUDI KASUS KONDISI KESEHATAN PENGUNGSI KORBAN LUMPUR LAPINDO dan PENCANANGAN PROGRAM PB IDI MENYONGSONG SEABAD KIPRAH DOKTER DAN SEABAD KEBANGKITAN NASIONAL INDONESIA (20 MEI 1908 – 20 MEI 2008):

Revitalisasi Semangat Kebangkitan Nasional Melalui Budaya Sehat

  1. Latar Belakang Masalah kesehatan bukanlah masalah sehat fisik semata, sehat juga menyangkut masalah mental dan sosial. Sebagaimana definisi sehat itu sendiri yang berbunyi: “Health is a state of complete physical, mental and social well-being, and not merely an absence of disease or infirmity” (WHO); “Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial, yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis”.

    (UU Kes RI). Dokter seharusnya tidak hanya berkontribusi pada penyehatan fisik semata. Dokter juga harus memberikan kontribusi dalam penyehatan mental dan sosial. Masalah kesehatan mental dan terutama masalah kesehatan sosial, seperti tidak merasa puas dengan keadaan dirinya; tidak patuh pada aturan-aturan (sulit menerima dengan baik perbedaan antar sesama, susah untuk menerima kritik); tidak mempunyai kontrol diri yang baik (selalu didominasi oleh emosi, rasa kecewa dan marah); gambaran perilaku sosial yang tidak penuh perhitungan saat ini sudah menjadi salah satu masalah bangsa. Apabila kondisi “sakit” secara mental dan sosial ini menjadi pola umum dalam satu bangsa, maka tidak lama lagi kita akan menyaksikan kengerian di depan mata: terjadi pergeseran budaya bangsa yang selama ini terkenal dengan sifat-sifat kebaikannya (gotong royong, toleransi yang tinggi, dll)

    Dokter sebagai salah satu unsur masyarakat yang fokus perhatiannya pada masalah kesehatan harus merevitalisasi semua aktivitas pengabdiannya. Kontribusi penyehatan fisik-mental-sosial harus dilakukan dokter dalam setiap penerapan keilmuannya agar salah satu masalah bangsa di atas dapat diatasi. Hanya bangsa yang sehat secara fisik, mental dan sosial yang mempunyai semangat untuk bangkit dan maju menjadi bangsa terhormat. Keinginan menjadi bangsa terhormat apabila dikaitkan dengan peran sejarah dokter terlihat nyata dengan semangat kebangkitan nasional yang pertama kali terjadi, yaitu pada saat berdirinya Budi Oetomo. Adalah para dokter (mahasiswa kedokteran), Sutomo dan teman-teman sejawatnya yang mendirikan organisasi tersebut (20 Mei 1908; kemudian diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional).

    Sebuah organisasi yang ditujukan untuk mencapai kehidupan bangsa yang terhormat. Bangsa yang terpuruk akan susah untuk bangkit menjadi bangsa terhormat apabila intervensi dalam konteks kesehatan fisk-mental-sosial tidak dilakukan dengan sungguh-sungguh. Berbagai peristiwa di Indonesia berdampak pada (dan atau sebagai akibat) kondisi kesehatan fisik-mental-sosial. Diskusi publik bulanan PB IDI mencoba mengangkat masalah ini. Diskusi publik bulan ini hanyalah sebagai langkah kecil untuk mendiskusikan dan mencarikan jalan keluar atas kondisi kesehatan fisik-mental-sosial bangsa. Sebagai potret untuk memulai diskusi, dipilih studi kasus kondisi kesehatan pengungsi korban lumpur lapindo.

  2. Tujuan Diskusi Publik Tujuan Umum: Reminding pengertian tentang sehat yang tidak hanya kondisi fisik, namun juga meliputi kondisi mental dan sosial yang memungkinkan setiap warga negara dapat hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Tujuan Khusus:
    1. Mendapatkan informasi tentang kondisi fisik-mental-sosial akibat situasi yang tidak menguntungkan bagi pengungsi korban lumpur lapindo
    2. Mendapatkan gambaran yang mungkin terjadi terkait dengan implikasi pergeseran budaya/perilaku bangsa apabila situasi dan kondisi penanganan berbagai masalah tidak dilakukan dengan pendekatan definisi sehat

  3. Luaran
    1. Terbangunnya pengertian tentang arti kesehatan secara utuh
    2. Terbangunnya harapan bahwa kesehatan harus menjadi satu kebudayaan sehingga perlu merevitalisasi semangat kebangkitan nasional melalui budaya sehat

  4. Proses/Acara
    1. Pencanangan program menyongsong se-abad kiprah dokter dan se- abad Kebangkitan Nasional yang ditandai pembukaan Giant Banner.
    2. Presentasi Kondisi Kesehatan Bangsa: Studi Kasus Kondisi Kesehatan Pengungsi Korban Lumpur Lapindo.
      Moderator diskusi : Franky Sahilatua (Seniman/Budayawan)

  5. Peserta
    1. Wartawan Kesehatan
    2. Pemerhati Kesehatan
    3. Pengurus IDI
    4. Mahasiswa VI.


Tempat dan Waktu Kantor Pengurus Besar IDI Jalan Sam Ratulangi, No. 29 Jakarta Pusat.
Acara dijadwalkan: Selasa, 12 Juni 2007. Pukul 10.00 sd. selesai