Sel Mast Juga Dapat Mengurangi Inflamasi Kulit

Sel Mast Juga Dapat Mengurangi Inflamasi Kulit

3 October 2007 | Posted in Artikel, berita-lengkap


Menurut peneliti dari Stanford University School of Medicine, suatu sel yang dikenal memicu gatal dan inflamasi pada serangan alergi ternyata dapat menenangkan flare-up. Penemuan yang telah dipublikasikan dalam Nature Immunology Oktober 2007 versi online menunjukkan bahwa pada mencit, sel mast membantu mengurangi kerusakan kulit dari paparan sinar matahari atau poison oak. Menurut Stephen Galli, MD, seorang profesor patologi, reaksi kulit tersebut akan lebih buruk jika tidak ada sel mast. Hal ini dapat membuka kemungkinan terapi masalah tersebut. Penemuan ini kontradiksi dengan reputasi sel mast yang merupakan pencetus reaksi alergi.

Sel mast terletak di bawah kulit dan di jaringan ikat bebas di seluruh tubuh dan mengandung mediator inflamasi seperti histamin. Degradasi sel mast dapat menyebabkan reaksi alergi dan pada kasus yang ekstrim, anafilaksis yang mengancam jiwa. Sel mast juga mempengaruhi beratnya eksim dan asma, sehingga menyebabkan peningkatan terapi yang memfokuskan pada penghambatan aktivitasnya.

Menurut Galli, sel mast mempunyai sisi baik dan buruk tergantung keadaan. Penelitian oleh Galli dkk pada tahun 2006 menunjukkan bahwa sel mast dapat membantu memecah racun venom ular, dan suatu studi pada tahun 2004 menunjukkan bahwa sel mast membantu mencit bertahan hidup dari infeksi bakteri berat.

Penelitian baru ini adalah yang pertama meneliti reaksi jangka panjang sel mast terhadap poison oak dan paparan sinar matahari. Para peneliti memaparkan telinga mencit dengan radiasi ultraviolet atau urushiol, suatu minyak yang mengiritasi dari posion oak. Setelah seminggu kemudian, mencit yang secara genetik kekurangan sel mast mengalami inflamasi yang lebih berat dan mengalami ulkus kulit dibanding mencit normal. Injeksi sel mast membantu mengurangi pembengkakan dan mencegah ulserasi.

Penemuan tersebut berasal dari observasi yang tidak sengaja oleh Grimbaldeston, PhD. Dengan menginjeksikan sel mast pada mencit yang defisiensi sel mast, Grimbaldeston menemukan bahwa molekul yang menekan imunitas dilepaskan untuk membatasi pembengkakan telinga yaitu interleukin-10 (IL-10). Dia juga mengidentifikasi bahwa antibodi mengaktivasi reseptor sel mast untuk melepaskan IL-10. Injeksi percobaan IL-10 mengurangi inflamasi pada pasien yang menderita artritis reumatoid dan psoriasis.

Studi lebih lanjut akan dilakukan untuk melihat apakah sel mast mengurangi terjadinya tumor kulit seperti melanoma dan karsinoma dari paparan ultraviolet jangka panjang. Mereka juga akan meneliti apakah ada molekul lain yang berkontribusi terhadap penekanan inflamasi.

Sumber : Kalbe Farma