Warga Harus Laporkan Dokter Yang Tak Cantumkan Obat Murah

14 August 2007 | Posted in Artikel, berita-lengkap


Warga Harus Laporkan Dokter yang Tak Cantumkan Obat Murah

Warga dari kalangan tidak mampu dihimbau untuk berani melaporkan dokter yang tidak mencantum obat murah pada resep obat yang diberikannya agar bisa ditindaklanjuti dan diusulkan supaya ditindak oleh DInas Kesehatan atau instansi terkait.

Hal tersebut disampaikan Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Jambi, Warasdi, Senin (13/8). Ia menilai keberadaan obat murah dari pemerintah yang mutunya tidak kalah dengan obat paten telah mengurangi pendapatan dokter, karena biasanya mereka mendapat komisi dari perusahaan obat melalui resep yang diberikan pada pasien.

Masih menurut Warasdi, sales obat-obatan selalu melobi dokter agar menulis obat yang ditawarkannya pada resep untuk ditebus atau dibeli pasien pada Puskesmas dan apotik, sebagai imbalan dokter tersebut akan mendapat komisi. Akibatnya dokter malas menuliskan obat murah pada resepnya, karena tidak mendapat imbalan apa-apa, yang dirugikan atau menjadi korban tetap warga miskin, karena harus membeli obat paten yang harganya mahal.

Untuk itu Dinas Kesehatan dan instansi terkait harus ketat mengawasi dan merespon keluhan masyarakat bila ada dokter yang tidak mau mencantumkan obat murah dalam resepnya. YLKI Jambi juga berharap pemerintah juga harus ikut andil menetapkan harga obat yang selama ini dengan leluasa ditentukan perusahaan farmasi.

Andil pemerintah dalam intervensi harga pada perusahaan farmasi supaya antara obat murah dan obat paten tidak jauh berbeda dan terjangkau oleh masyarakat, terutama bagi kalangan tidak mampu. Obat murah itu hanya terbatas pada penyakit tertentu atau penyakit ringan, sementara untuk penyakit berat lainnya harganya sangat mahal, untuk itu pemerintah harus ikut menekan harga obat patan agar terjangkau masyarakat miskin.

Sumber : KCM/Antara