Waspada Demam Berdarah

Waspada Demam Berdarah

6 February 2015 | Posted in Artikel, Berita, berita-lengkap, news-nasional


Curah hujan yang tinggi akhir-akhir ini meningkatkan kekhawatiran masyarakat akan wabah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Penyakit yang disebabkan oleh virus dengue ini dapat dideteksi dengan gejala awal demam mendadak dua sampai tujuh hari tanpa penyebab yang jelas, lemah/lesu, nyeri hulu hati, serta tanda pendarahan dikulit. Penyakit ini merupakan masalah kesehatan yang utama yang termasuk dalam kejadian luar biasa (wabah), karena dapat menyerang semua golongan umur dan menyebabkan kematian khususnya pada anak. Namun pada dekade terakhir terlihat adanya kecendrungan kenaikan proporsi penderita DBD pada orang dewasa.

                                              lifecycle-diagrams

Siklus Demam Berdarah Dengue (DBD) berawal dari gigitan nyamuk Aedes aegypti yang membawa darah mengandung virus Dengue. Darah tersebut bukan dihasilkan dari dalam tubuhnya namun dari tubuh penderita penyakit DBD. Setelah digigit oleh nyamuk yang membawa virus, orang tersebut akan terinfeksi setelah 4 – 13 hari kemudian.

Menurut  data dari Departemen Kesehatan RI pada tahun 2013, tercatat peningkatan jumlah kasus pada tahun 2013 dibandingkan tahun sebelumnya yaitu sebesar 22.266 kasus. Provinsi dengan IR DBD tertinggi tahun 2013 yaitu Bali sebesar 168,48, DKI Jakarta sebesar 104,04, dan DI Yogyakarta sebesar 95,99 per 100.000 penduduk. Dan provinsi yang tercatat memiliki tingkat kematian tinggi akibat DBD yaitu Provinsi Jambi, Kep. Bangka Belitung, dan Nusa Tenggara Timur.

Salah satu indikator yang digunakan untuk upaya pengendalian penyakit DBD yaitu angka bebas jentik yang harus mencapai target sebesar  ≥95%. Sampai tahun 2013 angka bebas jentik nasional belum mencapai target, tercatat di Indonesia hanya sebesar 80,09%.

Tidak ada vaksin yang tersedia untuk mencegah demam berdarah. Menurut WHO vaksin demam berdarah sampai saat ini masih dalam penelitian. Adapun hal-hal yang dapat anda lakukan untuk pencegahan penyakit DBD yaitu program pengurangan nyamuk, seperti:

1. Pemberantasan

Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan cara; Menguras, menutup, mengubur barang bekas yang dapat menjadi tempat perindukan nyamuk.

2. Fogging atau pengasapan

Fogging dilaksanakan pada kasus-kasus dengan PE positif, 2 penderita positif atau lebih, ditemukan 3 penderita demam dalam radius 100 meter dari tempat tinggal penderita DBD Positif atau ada 1 penderita DBD meninggal

3. Abatisasi

Yaitu dengan menaburkan bubuk abate ke dalam bak mandi atau tempat penampungan air.

4. Sistem kewaspadaan dini

Laporan penderita penyakit dari rumah sakit dikirim ke Puskesmas di wilayah penderita untuk dilakukan penyelidikan epidemiologi.

Demam Berdarah tidak dapat dianggap sebagai penyakit ringan. Melalui tindakan pencegahan serta selalu waspada terhadap penyakit ini dapat melindungi orang-orang yang anda kasihi dari bahaya penyakit DBD.