IDI: Bekali dan Lindungi Dokter Internsip

IDI: Bekali dan Lindungi Dokter Internsip

22 March 2016 | Posted in Berita, Berita Duka Cita, berita-lengkap


Prof Marsis
Komunitas kedokteran Indonesia kembali dirundung duka. Salah satu sejawat dokter, Dr. Aaron Yonathan Tehupuring, dokter internsip angkatan November 2015 di Timika-Papua, meninggal dunia di rumah sakit Persahabatan-Jakarta setelah dirujuk dari Papua. Almarhum adalah alumni fakultas kedokteran Universitas Kristen Indonesia (UKI).
Kurang dari satu minggu sebelumnya, Pengurus Besar IDI juga menerima kabar duka atas kematian dokter internsip di Sepinggan-Kalimantan Timur, Dr.Meyliana Primavita. Berita ini menambah daftar dokter internsip yang meninggal saat menjalankan tugas.
Menyikapi hal ini, Pengurus Besar IDI sebagai organisasi profesi dokter harus melalui Ketua Umumnya, Prof.Dr.Ilham Oetama Marsis,Sp.OG menyatakan harus ada evaluasi mengapa bertambahnya kasus kematian yang menimpa dokter internsip.
“Saya sudah meminta perwakilan IDI yang duduk di Komite Internsip Dokter (KIDI) untuk melakukan evaluasi kasus-kasus kematian dokter internsip. Selanjutnya mendesak adanya pembekalan dan perlindungan bagi dokter internsip sebelum turun ke lokasi tugas. Pembekalan bisa dalam bentuk vaksinasi dan upaya pencegahan lain karena lokasi tugas adalah daerah endemis, pengetahuan dan keterampilan survival. Perlindungan harus dalam bentuk asuransi dan perlindungan keamanaan jika lokasi memiliki risiko keamanan dan lain-lain” tambah Prof.Marsis.
(MP)