PB IDI Bekerjasama dengan Kemenkes RI Memperingati Hari Malaria Sedunia

PB IDI Bekerjasama dengan Kemenkes RI Memperingati Hari Malaria Sedunia

29 April 2013 | Posted in berita-lengkap


Malaria merupakan masalah kesehatan penting di dunia yang berdampak negative pada kualitas sumber daya manusia. Mengutip data World Health Malaria Report 2012, jumlah Malaria di dunia mencapai 219 juta kasus dengan 660 ribu kematian. Di Indonesia, jumlah Malaria (2012) mencapai 417 ribu kasus, dengan hampir tiga per empat kasus berasal dari Papua, Papua Barat dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Demikian dikatakan Menteri Kesehatan RI, Dr. Nafsiah Mboi, SpA, MPH dalam sambutannya pada acara Peringatan Hari Malaria Sedunia tahun 2013 yang diselenggarakan Kementrian Kesehatan yang bekerjasama dengan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) tanggal 25 April 2013 di Jakarta.

Dalam acara tersebut juga Menkes menyerahkan Sertifikasi Eliminasi Malaria Pertama di Indonesia yang diserahkan kepada jajaran Pemerintah Daerah dan Masyarakat Kabupaten Administarif Kepulauan Seribu, melalui Gubernur DKI Jakarta yang diwakili oleh Deputi Gubernur DKI Bidang Pengendalian Kependudukan dan Pemukiman Dr. Syahrul Effendi, SHMM.

Indonesia bertekad kuat mencapai eliminasi Malara. Mulai 2007, Indonesia secara bertahap akan mencapai eliminasi Malaria. Selambat-lambatnya pada tahun 2030, Indonesia ditargetkan mencapai tahap eliminasi atau bebas malaria.

Menkes juga menerangkan beberapa upaya penanggulangan Malaria di Indonesia, antara lain: Mengaktifkan Forum Gebrak Malaria di 10 Provinsi pada tahun 2013, Meningkatkan jumlah Malaria Center terutama di wilayah Timur Indonesia dari 8 menjadi 11 buah dan Penguatan 2,202 pos malaria desa (Polmaldes) diseluruh Indonesia, serta pemberian bantuan berupa kelambu, rapid diagnostic test (RDT), dan obat anti malaria.

Tahun ini (2013), Kemenkes mendistribusikan sebanyak 2.032.000 buah kelambu, 1.378.535 rapid diagnostic test (RDT) dan 1 juta dosis obat anti malaria ke seluruh propinsi. Dari jumlah tersebut 1,4 juta kelambu, 774.623 RDT, dan 845 000 dosis obat malaria didistribusikan ke 5 provinsi di wilayah timur, yaitu Papua, Papua Barat, NTT, Maluku dan Maluku Utara.

Turut berbicara Dr. Pandu Riono,MPH, Ph.D yang mewakil dari Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) yang membahas masalah “Peran Profesi dalam Pengendalian Malaria”, dan Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kemenkes RI Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp(K), MARS, DTM&H, DTCE membahas masalah Kebijakan Nasional Pengendalian Malaria Menuju Eliminasi Malaria.