PERAPI :

PERAPI :

3 May 2013 | Posted in berita-lengkap


“Tindakan Bedah Plastik Rekonstruksi Dapat Membantu Meningkatkan

Kepercayaan Diri dan Kualitas Hidup Pasien”


Saat ini Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik Indonesia (PERAPI) beranggotakan 116 ahli bedah plastik dari seluruh Indonesia. Sebagai organisasi ahli bedah pastik di Indonesia, PERAPI mempunyai beragam kegiatan, baik ilmiah maupun sosial. Belum lama ini PERAPI juga baru saja merampungkan Pertemuan Ilmiah Tahunan ke-17 atau The 17th Annual Scientific of Indonesian Association of Plastic Reconstructive and Aesthetic Surgeons (InaPRAS) yang diselenggarakan pada 27-30 April 2013 di Bandung yang bertema “Advancing the Quanlity and Patient Safety of Plastic Reconstructive and Aesthetic Sutgery.”

Pada pertemuan tersebut menghadirkan pakar bedah plastik internasional dari Jepang, Korea, India dan Pakistan serta para dokter senior bedah plastik Indonesia. Menurut Ketua PERAPI, Dr. Asrofi Surachman, SpBP, RE mengatakan, sebagai lembaga resmi yang menaungi profesi bedah plastik di Indonesia, PERAPI selalu berupaya meningkatkan kompetensi dokter bedah plastik di tanah air. Proses peningkatan kompetensi yang berkelanjutan ini menyejajarkan kualitas tenaga ahli bedah plastik di tanah air dengan dunia internasional.

Sementara itu Ketua PIT, Dr. Lisa Hasibuan, SpBP (K) mengatakan, bedah plastik erat kaitannya dengan fungsi estetik untuk memperindah penampilan, dan telah menjadi gaya hidup bagi sebagian kalangan. Namun tak boleh dilupakan bahwa selain fungsi estetik, bedah plastik juga memilliki fungsi rekonstruksi guna mengembalikan bentuk pada bagian tubuh yang rusak atau hilang, serta agar dapat kembali berfungsi.

Lebih lanjut, Dr. Lisa mengatakan, ruang lingkup bedah plastik lebih luas dari estetik seperti Microsurgery, misalnya untuk kasus-kasus rekontruksi yang kompleks seperti pada pasca penanganan tumor, juga pada pasien korban luka bakar, penanganan operasi pada kelainan kongenital atau cacat bawaan lahir seperti bibir sumbing dan hipospadia, juga hand surgery atau bedah tangan dan bedah craniofacial untuk penanganan trauma, patah tulang dan wajah serta kelainan bawaan daerah kepala dan leher lainnya. Tindakan bedah plastik rekonstruksi dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri dan kualitas hidup pasien. Pada pasien dengan bibir sumbing, misalnya operasi plastik dapat mengembalikan fungsi bicara dan makan di samping tentunya memberikan penampilan yang lebih baik.

Banyak orang beranggapan bahwa untuk menjalani bedah pelastik keluar negeri saja. Tetapi, kata Sekjen PERAPI, Dr. Irena Sakura Rini, MARS SpBP-Re mengatakan, tidak perlu keluar negeri, karena kualitas kompetensi dan keamanan bedah plastik, baik estetik maupun rekonstruksi, dapat dilakukan di Indonesia.

Tentunya dengan catatan, harus dijalankan oleh dokter spesialis bedah plastik yang memiliki izin praktek dan bersertifikat. Pilihan untuk melakukan bedah plastik di negeri sendiri ini didukung pula dengan teknologi dan ketersediaan alat di Indonesia yang up to date.

Namun teknologi  apapun yang digunakan, sayatan bekas operasi hampir selalu meninggalkan bekas samar atau scar. Karenanya, scar management ataupun perawatan bekas luka dipandang penting. Pada acara PIT tersebut hadir pakar bedah plastik dari Jepang, Rei Ogawa, MD, PhD, FACS yang khusus membahas mengenai scar management.

Menurut Dr. Irena, Scar pasca bedah plastik dapat dirawat dengan menggunakan perawatan penunjang yang bersifat scientifik. Kuncinya adalah pengaplikasian secara konsisten dan sesuai anjuran, dengan jangka waktu yang diperlukan.