Temukan Metode Baru Obati Sakit Jantung Dokter Indonesia Terima Penghargaan Dari Belgia

Temukan Metode Baru Obati Sakit Jantung Dokter Indonesia Terima Penghargaan Dari Belgia

6 March 2018 | Posted in Berita, berita-lengkap, news-nasional


Obat Sakit Jantung

SATU lagi prestasi internasional ditorehkan oleh anak bangsa. Peneliti asal Indonesia, Dr dr Arief Wibowo menerima penghargaan bergengsi “King Baudouin Award” dari King Baudouin Foundation, Yayasan di bawah pengawasan Ratu Belgia sebagai Honorary President di bidang kardiovaskular di Brussels, ibu kota Belgia.

Doktor dokter Arief Wibowo, satu-satunya orang Indonesia yang mendapatkan penghargaan yang diberikan dalam rangka peringatan Rare Disease Day pada Rabu (28/2}, demikian Sekretaris Pertama Pensoabud KBRI Brusel, Ance Maylany kepada Antara London.

Penelitian dr Arief Wibowo bertajuk “Neovascularization Potential Exosomes Derived from Blood Outgrowth Endothelial Cells in Ischemic Cardiomyopathy” atau Potensi terapi Exosomes pada pasien gagal jantung Ischemi merupakan spesialisasinya sejak menempuh program doktoral di departemen Penelitian Kardiovaskular di Katolieke Universite Leuven (KUL).

Sejak 1 Juli 2014 penelitian yang dilakukan dr Arief berharap dapat membantu sebanyak mungkin orang untuk penanganan penyakit jantung yang memerlukan tehnik pengobatan mutakhir.

Prestasi ini juga disyukuri masyarakat Indonesia di Belgia. bertempat di KBRI Brussel, diadakan acara syukuran untuk dr. Arief yang dihadiri Dubes Yuri O. Thamrin dan keluarga besar KBRI yang memberikan ucapan selamat dan menyampaikan rasa bangga atas kontribusi dr. Arief bagi bidang keilmuannya dalam mengharumkan nama Indonesia di Belgia.

Penelitiannya dilakukan di dua tempat yaitu di Departemen Kardiovaskular Rumah Sakit UZ Leuven dan RS OLV Aalst dan dari penelitiannya ia memperoleh dua award, yaitu Paul Dudley White Award dari International Science Team Award America dan King Boudwijnstichting Award dari Yayasan berada di bawah Kerajaan Belgia.

Atas penghargaan, King Baudouin Foundation memberikan dana sebesar 166.000 Euro per tahun selama dua tahun. Menurut rencana akan dipakai untuk kolaborasi penelitian lebih lanjut dengan Departemen Penelitian Jantung, Rumah Sakit Hassan Sadikin Bandung Indonesia dengan RS di Belgia tempat penelitiannya saat ini.(OL-3)

Sumber: mediaindonesia.com