Dalam Rangka HBDI : 60 Dokter Gorontalo Layani Masyarakat Ponelo Kepulauan

Dalam Rangka HBDI : 60 Dokter Gorontalo Layani Masyarakat Ponelo Kepulauan

27 June 2014 | Posted in Berita, berita-lengkap, news-nasional


Dalam Rangka HBDI : 60 Dokter Gorontalo Layani Masyarakat Ponelo Kepulauan

Donor DarahSebanyak 60 dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Gorontalo melakukan pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis di Ponelo Kepulauan, Kabupaten Gorontalo Utara.

Ketua IDI Cabang Gorontalo Utara Dr Muhammad Ardiansyah di Gorontalo, Minggu, mengatakan kegiatan tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke-106, tingkat kabupaten yang telah dicanangkan Bupati Indra Yasin di lokasi Pelabuhan Kwandang pada Jumat (6/6).

Ia mengatakan Ponelo Kepulauan dipilih untuk kegiatan itu mengingat masyarakat sering kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan, khususnya dari dokter spesialis yang hanya bisa mereka peroleh di rumah sakit (RS) daerah maupun RS rujukan yang berada jauh dari wilayahnya.

Selama ini, katanya, masyarakat yang membutuhkan pengobatan spesifik, harus menyeberang laut menggunakan perahu sebagai alat transportasi satu-satunya.

Oleh karena itu, katanya, IDI memusatkan kegiatan di wilayah terpencil itu, agar bisa mendekatkan pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis dari para dokter spesialis.

Meski kegiatan ini tidak intensif, IDI bangga karena respons masyarakat Ponelo Kepulauan untuk datang berobat luar biasa.

“Artinya telah tumbuh kesadaran bagi warga yang sakit, untuk datang berobat di sarana kesehatan yang telah disiapkan pemerintah daerah,” ujarnya.

Pihaknya memusatkan kegiatan tersebut di Puskesmas Ponelo.

Selain pelayanan dokter umum dan pengobatan gratis, juga membuka layanan poliklinik penyakit dalam, kandungan, telinga hidung tenggorokan (THT), kulit dan kelamin, radiologi, bedah, syaraf, gigi, pemeriksaan laboratorium sederhana oleh spesialis patologi, yang dilayani oleh 40 dokter dari RS Dunda Limboto Kabupaten Gorontalo, 15 dokter dari kabupaten itu, dan lima dokter dari Kabupaten Bone Bolango.

Kegiatan juga berupa penyuluhan kesehatan tentang antisipasi penyakit asam urat, pencegahan kolesterol, asam lambung dan hipertensi, sosialisasi dari BPJS Gorontalo, serta lomba cipta menu sehat dan beragam diikuti kelompok perempuan berasal dari empat desa di pulau tersebut.

Camat Ponelo Kepulauan Ajuba Thalib mengatakan wilayah berpenduduk 4.000 itu, memang membutuhkan tenaga dokter tambahan, sebab selama ini pelayanan kesehatan hanya dilakukan oleh satu dokter umum dibantu tujuh perawat.

Setiap hari, mereka harus berkeliling pulau agar bisa mengobati pasien yang tidak bisa ke puskesmas, seperti di Desa Tihengo, jika air laut surut harus ditempuh dengan berjalan kaki sepanjang delapan kilometer.

Bahkan seringkali untuk ke Desa Malambe di belakang Pulau Ponelo, para tenaga medis harus menantang maut akibat ombak di wilayah itu yang tinggi, kadang-kadang melewati tingginya layar perahu.

Oleh karena itu, katanya, masyarakat Ponelo Kepulauan bangga saat dokter Yanti Usman yang selama ini memberikan pelayanan kesehatan, menjadi dokter teladan, mewakili Provinsi Gorontalo ke Istana Negara.

“Ini bukanlah pencapaian maksimal dari perbaikan derajat kesehatan masyarakat yang sangat membutuhkan layanan tenaga dokter. Namun diharapkan prestasi yang diraih dokter Yanti bisa mendorong pemerintah daerah menambah jumlah dokter di wilayah ini,” kata Ajuba.