7 Organisasi Profesi Gelar Dialog Bersama Capres Jokowi dan Prabowo

7 Organisasi Profesi Gelar Dialog Bersama Capres Jokowi dan Prabowo

1 March 2019 | Posted in Berita, berita-lengkap, news-nasional


OLYMPUS DIGITAL CAMERA

DSC_1433Organisasi Profesi di bidang kesehatan menggelar kegiatan “Dialog Sillaturahmi Paslon Presiden dan Wakil Presiden Bersama Komunitas Kesehatan”, di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (28/2/2019).

Kegiatan yang diprakarsai oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), serta Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI), menghadirkan Calon Presiden 01 Joko Widodo dan Capres 02 Prabowo Subianto.

Ketua Umum PB IDI – Dr.Daeng M Faqih, SH, MH mengatakan, tantangan dibidang kesehatan makin tahun kian berat, di mana akan ada bonus demografi di tahun 2030.

“Ada banyak penduduk di usia produktif. Akan tetapi penduduk di usia produktif ini bisa menjadi sumber daya manusia yang baik, mendorong kemajuan bangsa atau sebaliknya menjadi beban bangsa,” ujar Daeng dalam sambutannya.

Ia mengatakan, tenaga kesehatan dan tenaga medis memiliki peran penting dan strategis dalam mewujudkan pembangunan bangsa saat ini dan masa mendatang.

“Akan tetapi kalau tidak diperhatikan, sakit-sakitan, kurang gizi, sebaliknya akan menjadi beban. Oleh karena itu, disitulah peran strategis bidang kesehatan yg dikomandoi oleh pekerja-pekerja kesehatan,” ujar dia.

Pada sesi pertama, capres pertahana Jokowi hadir memberikan sambutannya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, pemerintah ke depan akan berkonsentrasi untuk melakukan pembangunan Sumber Daya Manusia, setelah 5 tahun belakangan ini fokus pada infrastruktur.

“Pembangunan SDM yang kita mau tidak mau ini menjadi syarat mutlak bagi lompatan kita ke depan apabila tidak ingin terjebak dalam Middle Income Trap. Oleh sebab itu, isu kesehatan jadi isu strategis,” kata Jokowi.

Sementara, capres 02 Prabowo Subianto juga hadir pada sesi dua pukul 13.00 WIB.

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menegaskan bahwa masyarakat miskin harus tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang terbaik. Dengan begitu, seluruh elemen masyarakat memiliki daya saing dalam menghadapi kompetisi dengan bangsa-bangsa lain.

“Orang-orang yang tidak punya uang, yang miskin, tetap harus diberi pelayanan kesehatan yang terbaik sehingga dia bisa bersaing dengan bangsa-bangsa lainnya,” ujar Prabowo. Menurut Prabowo, masalah kesehatan merupakan bagian dari kedaulatan dan kemerdekaan rakyat. Oleh sebab itu, akses terhadap pelayanan kesehatan harus dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat.

“Kita tidak mau bangsa yang merdeka tapi bangsanya lemah, yang sakit-sakitan, bangsa yang tergantung bangsa lain. Itu tidak kita kehendaki,” kata Ketua Umum Partai Gerindra itu. Prabowo pun bertekad untuk menciptakan akses terhadap pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat, khususnya anak-anak. Selain itu ia juga menilai perlu adanya peningkatan kualitas hidup bagi perawat, bidan dan tenaga kesehatan lainnya.

“Dokter-dokter harus dihormati, rumah sakit harus bagus. Ini adalah kebutuhan dan tuntutan ini adalah tekad saya,” ucap Prabowo. Acara dialog komunitas kesehatan tersebut dihadiri sekitar 585 peserta undangan.