Acara Grand Final Dokter Kecil Award 2013

Acara Grand Final Dokter Kecil Award 2013

7 October 2013 | Posted in Berita, berita-lengkap, kegiatan-nasional, news-nasional


Acara Grand Final Dokter Kecil Award 2013

Piala Bergilir Diraih oleh Dokcil dari Jawa Timur

IMG_5363 editKeceriaan, haru dan penampilan spontanitas dokter kecil mewarnai Grand Final Dokter Kecil Award 2013, yang berlangsung di Gedung Konvensi Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata, 6 Oktober lalu.  Dokter Kecil (Dokcil) Award merupakan Program rutin Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) yang sudah dimulai sejak tahun 2008, sebagai apresiasi IDI terhadap anak-anak yang diberikan ”gelar dokter” dan sudah menghasilkan pionir-pionir dokter kecil di seluruh wilayah Indonesia. Program ini juga terkait dengan Hari Bakti Dokter Indonesia dalam rangka menciptakan dokter-dokter kecil sebagai Sahabat Generasi Sehat Indonesia.

Sebanyak 45 kontestan dari 22 Provinsi di Indonesia  telah  mengikuti program yang  dibuat panitia mulai tanggal 3 hingga 5 Oktober 2013. Mereka selama itu memasuki karantina bertempat di Hotel Desa Wisata Taman Mini Indonesia Indah hingga puncaknya tanggal 6 Oktober 2013 untuk memilih pemenang utama yang  memperebutkan piala bergilir Ibu Negara RI.

Diantara peserta dari 22 Provinsi di Indonesia itu seperti Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bali, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jogjakarta, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, Banten dan DKI Jakarta.

Selama karantina peserta mendapatkan materi-materi untuk mempersiapkan diri mereka menuju Grand Final. Selain itu peserta juga mendapatkan pendalaman materi tentang bagaimana menjaga kesehatan lingkungan mereka, baik lingkungan sekolah, maupun lingkungan rumah yang berguna untuk menunjukan jati diri mereka sebagai dokter kecil.

Kemudian para peserta juga dilatih berbagai pengetahuan seperti masalah kesehatan lingkungan, kebersihan dan keehatan gigi dan mulut, gizi, pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), pencegahan penyakit menular, bencana, team work, komunikasi dan lain-lain.

Penilaian para pemenang didasarkan pada hasil tes yang diberikan seperti, Uji keterampilan, Ujian tulis, Penilaian psikologis, Penilaian pendamping dan penilaian antar teman, dan Penilaian saat grand final. Para juri yang menilai berasal dari PB IDI, Psikolog, Kementerian Pendidikan dan Kementerian Kesehatan.

Dalam karantina, Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Bapak Jusuf Kalla juga hadir bertatap muka dengan dokter kecil Award 2013, dan mengadakan dialog dengan mereka. Setelah di Karantina peserta Dokcil Award juga diajak mengunjungi beberapa tempat seperti, Tour ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII), ke Lab Child Prodia, ke Gedung PB IDI dan disambut oleh Ketua Umum PB IDI, Dr. Zaenal Abidin, MH, serta malam harinya juga diundang untuk makan malam bersama Direktur Utama DR. Dr. Fachmi Idris, MKes di Gedung PT Askes Pesero.

Kemudian Puncak acara berlangsung pada hari minggu (6/10) di  Gedung Konvensi Kalibata, Kalibata, Jakarta Selatan, acara berlangsungnya Grand Final Dokcil Award 2013. Dalam acara ini, sebanyak 45 kontestan dari 22 wilayah Indonesia telah diseleksi menjadi 10 besar, kemudian 5 besar, sampai pada juara 1 Dokter Kecil Award 2013.

Dalam acara ini juga cukup meriah, karena diwarnai dengan hiburan, cerita dongeng, menyanyi, menari bahkan membuat suatu atraksi phantomim sehingga mengubah suasana menjadi penuh tawa dari para penonton.

Turut hadir dalam acara tersebut Deputi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dr Wahyu Hartono, MSc dan sekaligus  membuka acara grand final Dokcil 2013.

Melalui hasil seleksi tim juri, diperoleh 10 semifinalis diantaranya Kadek Agus Indrakusuma dari Bali, Ernest Manurung, Alfonsus Rendy, Marissa Musyantika dari Jakarta, Fahlevi Bintang dari Sumatera Barat, Fany Nabila dari Jawa Timur, Rahmandha Wulansari dari Jogjakarta, Felina Febrianty dari NTT, Radhwa K Yusup dari Sumatera Utara, Febrina Aurelia dari Jawa Barat.

Kemudian tim juri dari PB IDI, Kemenkes, Kemendikbud, Psikolog dan Spesialis Anak memberikan pertanyaan kepada 10 finalis mengenai masalah kesehatan, kebersihan maupun psikologi semifinalis. Suasana tidak saja meriah, tetapi ada juga harunya, seperti yang dialami oleh salah satu semifinalis, Felina Febrianty dari NTT sempat menangis karena haru dan bangga masuk 10 besar.

Akhirnya dari penilaian tim juri, diperoleh juara 5 besar yaitu juara 1 Fany Nabila dari Jatim, juara 2 Radwa K Yusup dari Sumut, juara 3 Febrina Aurelia dari Jabar, harapan 1 Fahlevi Bintang dari Sumbar, dan harapan 2 Rahmandha Wulansari dari Jogja. Juara pertama juga mendapatkan Piala Bergilir Ibu Negara.