Acara Puncak Kegiatan HBDI 2015 dengan Pemeriksaan Deteksi Dini Kanker Serviks dan Gerakan 1 Juta Telur

Acara Puncak Kegiatan HBDI 2015 dengan Pemeriksaan Deteksi Dini Kanker Serviks dan Gerakan 1 Juta Telur

24 May 2015 | Posted in Berita, berita-lengkap, news-nasional


DSC_2221 edit

Hari ini tanggal 24 Mei 2015 adalah hari puncaknya kegiatan Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke-107 yang berlokasi di Rumah Susun Tambora jalan Angke Jaya Tambora Jakarta Barat. Kegiatan ini diwarnai beberapa kegiatan yaitu pemeriksaan dini kanker serviks sebanyak 300 ibu-ibu rumah tangga dan gerakan satu juta telur yang dilakukan secara simbolis.

Acara ceremonial diawali dengan menyanyikan Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Panitia –  Dr Astronias B Awusi Sp.PK Mkes.

Dalam sambutannya, Dr. Astro mengucapkan terima kasih atas dukungan dari kementrian kesehatan, sosial, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dan Direktur BPJS yang sudah sangat banyak membantu.

Dr. Astro   juga mengucapkan banyak terima kasih kepada teman-teman di suku dinas yang berada di Jakarta Barat juga saat ini mencanangkan ikut menggerakan kegiatan ini dalam acara ketuk pintu yang dicangkan oleh ibu Veronika Basuki di wilayah Jakarta Timur.

Dr. Astro juga melaporkan bahwa peserta deteksi dini kanker serviks berasal dari kelurahan Angke dari 11 RW dan dilakukan juga pemberian gizi kepada anak-anak Indonesia dalam hal ini diwakili oleh anak-anak di kelurahan Angke ini khususnya dari perumahan susun Tambora.

Selain itu Ketua Umum PB IDI- Dr. Zaenal Abidin, SH, MH dalam sambutannya mengatakan bahwa kondisi kesehatan saat ini tentu masih menuju pada titik yang menggembirakan artinya belum terlalu menggembirakan. Dalam hal ini ditandai dengan adanya beban ganda penyakit dan beban ganda gizi.

Pada tahun 2013 Indeks Pembangunan (IP)Indonesia  menduduki renking 108 dari 187 negara. Tentunya semua tahu bahwa IP ini merupakan ukuran kemajuan suatu bangsa, ukuran dari majunya pembangunan dan peradaban suatu bangsa.

“Kalau Indeks pembangunan manusia kita tidak diperbaiki, maka pembangunan kita Indonesia ini tidak pernah akan sampai pada tujuan,” ujar Zaenal.

Zaenal mengajak kepada semua yang hadir perlu secara bersama-sama merawat Indonesia ini sebagai menjadi tema umum HBDI 2015 ini. Yaitu merawat dan mengarahkan jalannya pembangunan nasional agar menuju arah tujuan yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Zaenal mengatakan, keadilan sosial yang menuntun rakyat menuju kemakmuran dan kesejahteraan. Sebab tidak ada kemakmuran dan kesejahteraan bangsa tanpa keadilan sosial bagi seluruh rakyatnya.

Menurut Zaenal untuk merawat Indonesia yaitu agar manusia menjadi sehat, terdidik, yang memiliki incam yang cukup yang merupakan pondasi yang perlu tetap ditata secara adil agar bangsa Indonesia mencapai tingkat kemakmuran bersama dan memiliki daya saing di tengah masyarakat dunia lainnya. Indonesia perlu dirawat dan diarahkan agar kembali ke tujuan dan kembali ke jati dirinya.

Oleh karena itulah, tegas Zaenal bahwa merawat Indonesia dapat berarti pertama merawat dan melestarikan dari nilai-nilai luhur, nilai yang benar dan yang baik dari bangsa Indonesia itu sendiri. Kedua merawat dan menjaga keutuhan Indonesia dalam bingkai  Negara republik Indonesia . Ketiga merawat dan menambal bila terjadi kebocoran di dalam Negara ini dan keempat merawat dan meningkatkan yaitu meningkatkan kesehatan, meningkatkan kecerdasan dan meningkatkan pendapatan penduduk Indonesia.

Hari ini juga sedang merawat IP  dengan merawat ibu dan anak, yaitu melakukan deteksi dini kanker mulut Rahim yang menjadi penyebab kematian ibu. Di Indonesia diperkirakan 40 sampai 45 kasus per hari, dengan demikian kematian juga diperkirakan 20 sampai 25 orang perhari, berarti setiap 1 jam diperkirakan 1 orang perempuan Indonesia meninggal. “ Ini sangat mengerikan oleh sebab itu kita perlu melakukan pemeriksaan atau deteksi dini ini,” ujar Zaenal.

Kegiatan kedua hari ini adalah mencanangkan gerakan 1 juta telur untuk anak Indonesia, Kegiatan 1 juta telur ini tentu manfaatnya belum bisa dirasakan hari ini dalam waktu singkat, hari, bulan ini, tahun ini atau tahun depan. Namun akan bermanfaat baik bagi SDM Indonesia untuk 10 tahun mendatang. “Memperbaiki gizi anak berarti menyiapkan SDM tangguh 10 tahun mendatang dan sekaligus akan melahirkan manusia Indonesia sehat, cerdas, produktif secara ekonomi di masa mendatang,” ujarnya lagi.

Turut hadir dalam acara ini Wakil Wali Kota  Jakarta Barat Bapak M Yuliadi SH,  Tim penggerak PKK Pusat - Dr. Erni Tjahyo Kumolo,  Pengurus Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE-KK) – Ibu Nining Indroyono Soesilo, Ketua Umum PB IIDI- Drh. Ani Agus Purwadianto, MSi dan Direktur Utama BPJS – DR. Dr. Fachmi Idris, M.Kes.