Dari Pelantikan IDI Klaten : “Tantangan IDI Makin Kompleks”

Dari Pelantikan IDI Klaten : “Tantangan IDI Makin Kompleks”

20 March 2017 | Posted in Berita, berita-lengkap, news-nasional


IDI Klaten

Tantangan yang dihadapi para dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ke depan bakal semakin kompleks.

“Saat ini semakin banyak tantangan dari eksternal maupun internal harus dihadapi IDI,” kata Sekjen PB IDI, Moh Adib Khumaidi, SpOT, Minggu (19/3) usai pelantikan pengurus Cabang IDI Kabupaten Klaten periode 2017-2020 di aula lantai V Gedung RS Islam Klaten. Pelantikan dihadiri Plt Bupati, Sri Mulyani, Kapolres AKBP Muhammad Darwis, Muspida, para dokter dan tokoh masyarakat.

Berdasar SK PB IDI nomor 00983/ PB/ A.4/ 03/ 2017 tentang Pengesahan Susunan Pengurus IDI Cabang Klaten, ketua dijabat Dr. M Husen Prabowo, sebagai sekretaris Dr. Sigit Joko Nugroho dan bendahara, Dr. Evy Kusumawati. Masing-masing dengan wakil ketua dan ditambah 10 ketua bidang.

Menurut Moh Adib, ancaman dari eksternal semakin deras arusnya. Hal itu dipicu era globalisasi, liberalisasi dan ledakan kemajuan teknologi.

Di era globalisasi dan liberalisasi, terutama dengan diberlakukanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun 2016 memiliki konsekuensi. Masuknya rumah sakit asing beserta dokter dan tenaga kesehatannya tidak bisa dicegah.

Berbagai tantangan itu harus diantisipasi para dokter di IDI sehingga diperlukan sikap adaptasi yang cepat dan tepat untuk menjawab semua tantangan.

IDI, kata Moh Adib, sebagai wadah profesi dokter, bukan sekadar wadah berkumpul dan mengadakan arisan. Namun IDI harus mampu menjawab berbagai tantangan dengan perencanaan dan aksi strategis di berbagai bidang. Mulai dari penataan organisasi, peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan pasien sampai daya saing.

Ketua IDI Klaten, dokter Husen Prabowo mengatakan keberadaan organisasi profesi IDI adalah untuk menjaga harkat dan martabat profesi yang harus berimplikasi positif. “Menghadapi banyak tantangan itu dibutuhkan pendidikan dan latihan yang lama. Bahkan dokter wajib belajar seumur hidup,” terangnya.