Dari Samratulangi 29 Jakarta Pusat : Media Briefing

Dari Samratulangi 29 Jakarta Pusat : Media Briefing

9 September 2019 | Posted in Berita, berita-lengkap, news-nasional


DSC_0852

Kehadiran BPJS telah banyak menyelamatkan rakyat dan risiko ekonomi saat sakit dan menyelamatkan dari kemiskinan, akan tetapi ia belum sepenuhnya selaras dengan kondisi perdagangan bebas MEA/AFAS dan ledakan ilmu  pengetahuan dan teknologi kedokteran. Perawatan kesehatan di Indonesia terus menurun kualitasnya, terlebih kondisi BPJS saat ini sedang serba salah, kenaikan tarif BPJS ditolak. Pembiayaan kesehatan tentunya semakin mahal karena kebijakan perbaikan harga obat, alat kesehatan dan penggunaan hi tech saat ini belum berpihak. Sedangkan negara lain telah berhasil menurunkan harga perawatan kesehatan, menemukan strategis efisiensi tentunya dengan kualitas yang lebih baik. Belumlagi permasalahan besar yang dihadapi oleh fasilitas kesehatan, tenaga medis, tenaga kesehatan dan pasien terhadap kondisi saat ini. Indonesia harus memberikan perhatian khusus pada pekerjaan tingkat tinggi ini dengan sejumlah inovasi agar tidak menjadi masalah di masa depan, dan terkunci dari dunia kedokteran internasional. Dunia kedokteran kita juga perlu berbenah agar tidak “hilang” atau kalah dalam persaingan global yang ketat. Pemerintah harus segera menerapkan sebuah system peraturan yang responsive, adaptif, dan keratif guna menghadapi dan mengatasi masalah yang muncul sebagai dampak dari perubahan besar itu. Antisipasi teknologi ini juga dibutuhkan agar tak terjadi ketegangan social dan konflik di masa depan. Secara yuridis, negara Indonesia terpenuhinya hak warga negara. Eksistensi negara adalah demi masyarakatnya, negara menjadi bermakna apabila keberadaan negara memberikan manfaat bagi masyarakatnya, dalam hal ini manfaat untuk dunia kedokteran dan pelayanan kesehatan.

Dilihat dari hal tersebut oleh karena itu, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia pada tanggal 6 September 2019 yang bertempat di Jl Samratulangi 29 Jakarta Pusat mengadakan pertemuan Media Berafing dengan wartawan.

“Dengan pertemuan tersebut kami berharap media dapat membantu memperkuat fakta-fakta yang kami berikan yang akhirnya akan mendorong kebijakan negara untuk keluar dalam masalah ini” ujar Dr. Mariya Mubarika sebagai pembicara tunggal.

Selain Dr. Mariya, juga di damping Ketua Umum PB IDI – Dr. Daeng M Faqih, SH MH dan Dr. M. Nasser, Sp.KK,LLM, D.Law.

Presentasai Dr. Mariya Mubarika (Klik disini)