Di Singkawang, Dua Kasus Gizi Buruk Ditemukan Sepanjang Januari-Februari 2017

Di Singkawang, Dua Kasus Gizi Buruk Ditemukan Sepanjang Januari-Februari 2017

10 March 2017 | Posted in Berita, berita-lengkap, news-nasional


Gizi-Buruk edit

Meski telah di lakukan langkah-langkah penanggulangan gizi buruk. Namun untuk di Kota Singkawang, sampai saat ini masih ditemukan kasus gizi buruk yang menimpa balita.

“Dari Januari-Februari 2017, sudah ada dua kasus gizi buruk yang kita temukan,” kata Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi, Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Singkawang, Hazimiwati, Jumat (3/3).

Ditambah sembilan penderita gizi buruk yang saat ini masih dalam tahap penyembuhan.

“Sembilan penderita gizi buruk ini merupakan kasus yang ditemukan pada tahun 2016. Dan sekarang masih dalam tahap penyembuhan,” ujarnya.

Menurutnya, kasus gizi buruk yang menimpa balita di Singkawang dikarenakan beberapa faktor.

“Bisa pola asuh, pola makan, dan ekonomi,” ungkapnya.

Ketiga faktor ini selalu menjadi penyebab utama terjadinya gizi buruk pada balita di Kota Singkawang. Disamping itu, gizi buruk juga bisa terjadi apabila balita tidak mau makan.

“Pernah juga kita jumpai, kalau gizi buruk disebabkan faktor balita tidak mau makan. Dia (balita) sukanya makan yang snack-snack,” ungkapnya.

Dan gizi buruk juga bisa dikarenakan faktor penyakit bawaan, seperti kelainan jantung, infeksi, TBC, dan lingkungan tidak sehat.

“Jangankan balita, orangtua saja jika menderita TBC bisa kurus kering,” pungkasnya.

Dalam menekan angka kasus gizi buruk yang terjadi di Kota Singkawang, dirinya pun telah menekankan agar para kader-kader selaku perpanjangan tangan puskesmas, untuk rutin setiap bulan mengunjungi posyandu-posyandu yang ada.

“Apabila ada indikasi gizi buruk, kita langsung mendatangi ke rumahnya untuk memastikannya,” tuturnya.

Disamping itu, kegiatan sosialisasi ke setiap kecamatan juga tetap terus dilakukan.

“Terutama di kecamatan, lurah, PKK, masyarakat, dan kader-kader selaku perpanjangan tangan puskesmas,” katanya.

Dia juga meminta peran serta masyarakat, terutama para ibu rumah tangga untuk terus memantau perkembangan balitanya ke posyandu-posyandu terdekat.

“Pemanfaatan posyandu sangat baik untuk memantau perkembangan balita. Maka dari itu, kita harapkan para ibu-ibu rumah tangga untuk mau membawa balitanya ke posyandu setiap bulan,” pintanya.

Sumber : http://thetanjungpuratimes.com