Dialog Kebangsaan : “Kedaulatan Kesehatan Menjelang Serbuan Dokter Asing”

21 April 2015 | Posted in Berita, berita-lengkap, news-nasional


DSC_1916 edit

“Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2016  sebentar lagi akan kita hadapi, namun sayangnya kedaulatan kesehatan Indonesia masih dipertanyakan. Pasalnya, banyak pihak memandang MEA akan mengancam ketahanan Indonesia, karena ketidaksiapan dan kekuatan bidang kesehatan Indonesia yang masih lemah,” ujar Dr. Zaenal dalam acara Dialog Kebangsaan dalam Rangka Hari Kebangkitan Nasional dan Hari Bakti Dokter Indonesia Tahun 2015 “Kedaulatan Kesehatan Menjelang Serbuan Dokter Asing” yang diselenggarakan pada 20 April 2015 di Sekretariat PB IDI Jl. Samratulangi 29 Jakarta Pusat.

Zaenal menambahkan bahwa organisasi profesi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) adalah salah satu pihak yang menyuarakan ketakutan ini. Pemerintah Indonesia pun diminta untuk berani melindungi masyarakat, khususnya yang bekerja di bidang kesehatan, dalam menyambut serbuan dokter asing.

Tujuan kegiatan ini, kata Zaenal, untuk memperoleh informasi lengkap dan jelas terkait pelaksanaan ASEAN Community di bidang kesehatan. Memperoleh pandangan serta sikap pemangku kebijakan di sektor kesehatan terkait pelaksanaan ASEAN Community 2015 dan menilai kedaulatan kesehatan RI terhadap pelaksanaan ASEAN Community 2016.

Dalam kegiatan ini turut berbicara antara lain : Dr. Ario Djatmiko Sp.B (K) sebagai Ketua Bidang Penataan Globalisasi Praktik Kedokteran yang memaparkan tentang “Sikap IDI Terhadap Globalisasi Praktik Kedokteran serta Pemberlakuan Komunitas ASEAN di Bidang Kedokteran”. Pembicara kedua – Ketua Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) – Prof. DR. Dr. Bambang Supriyatno, SpA (K) yang memaparkan tentang “Komitmen Liberalisasi Jasa Kesehatan Menjelang Komunitas ASEAN 2016”. Pembicara Ketiga, Gubernur LEMHANAS RI – Prof. DR. Ir. Budi Susilo Soepandji, DEA yang memaparkan tentang “Kedaulatan dan Nasionalisme Bidang Kesehatan di Tengah Globalisasi.”

Acara ini dimoderatori oleh Sekjen PB IDI – Dr. Daeng M Faqih, SH, MH dan suasana acara dipenuhi oleh peserta dari Pengurus Organisasi Profesi, praktisi kesehatan, Pengurus IDI dan Media cetak serta elektronik.