Dialog Mencari Pemimpin Indonesia yang Pro Kesehatan Rakyat

Dialog Mencari Pemimpin Indonesia yang Pro Kesehatan Rakyat

14 May 2014 | Posted in Berita, berita-lengkap, news-nasional


Dialog Mencari Pemimpin Indonesia yang Pro Kesehatan Rakyat

DSC_1903 editIkatan Dokter Indonesia (IDI) yang beranggotakan para dokter yang merupakan pelaksana pelayanan serta langsung berinteraksi dengan masyarakat, menyimpan harapan yang sangat tinggi bahwa pengelenggaraan Negara 5 tahun ke depan memberikan perhatian yang besar pada sektor kesehatan. Sebagai komunitas Intelektual kesehatan, IDI  mempunyai tanggung jawab sosial untuk memajukan sektor kesehatan Indonesia sebagaimana perannya yang sebagian besar sebagai pelaksana pelayanan kesehatan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Beranggotakan total lebih dari 100 ribu orang dokter yang menyimpan harapan yang sangat tinggi untuk  terciptanya system kesehatan nasional yang lebih baik untuk mendukung tercapainya derajat kesehatan yang optimal dan tinggi menuju pembangunan kesehatan yang membentuk masyarakat berdaulat untuk hidup sejahtera dan sehat. Untuk mencapai harapan-harapan tersebut, diperlukan ikhtiar dengan menggalakkan diskusi maupun dialog konstruktif masyarakat profesi kesehatan dengan Tokoh Nasional dalam bentuk Dialog Mencari Pemimpin Indonesia yang Pro Kesehatan Rakyat. Demikian dikatakan Ketua Umum dalam sambutannya pada acara Dialog Mencari Pemimpin Indonesia yang Pro Kesehatan Rakyat dengan tema : “Rekontruksi Sistem Kesehatan Nasional, Sebagai Penopang Utama Ketahanan Bangsa” yang diselenggarakan pada 9 Mei 2014 di Gedung Sekretariat PB IDI Jl Samratulangi 29 Jakarta Pusat.

Dalam acara Dialog tersebut sebagai narasumber  tokoh nasional kita yaitu Bapak Jusuf Kalla (JK). Acara diwaktukan hanya satu jam oleh JK, karena begitu padatnya acara hari itu. Juga para undangan dan wartawan tidak bisa berharap banyak untuk bertanya karena pada saat JK seusai berbicara hanya satu pertanyaan saja yang bisa di jawab, karena keterbatasan waktu.

Dalam acara tersebut Mantan Wakil Presiden ini salah satunya  membahas tentang banyaknya orang Indonesia yang berobat keluar negeri. Salah satunya Beliau mengatakan bahwa, kesehatan itu memang penting. Dengan adanya JKN dan BPJS artinya pemerintah sudah melihat kesehatan penting. “Tapi banyak pasien sekarang ini lebih memilih periksa dokter di Singapura,” ujar JK.

Meski pelayanan kesehatan sudah membaik, JK paham betul bahwa pola kerja dokter di rumah sakit yang melayani banyak pasien tak ideal. “Kalau kita masuk pada upaya kesehatan banyak faktor terutama fasilitas dan sistem semuanya masih kurang. Ada dokter yang 1 hari bisa menangani 100 pasien. Ini perbandingannya tidak begitu jelek tapi kurang efektif,” ujar JK lagi.

JK mengatakan perilaku ‘berobat ke Singapura’ itu harus segera dipelajari dan dicari jalan keluarnya. Menurutnya, kualitas dokter di Indonesia tak kalah dengan dokter di Singapura.