Diskusi Ilmiah: Bahaya Gula Tambahan Berlebih

28 February 2012 | Posted in Berita, berita-lengkap, Kegiatan


Jakarta(28/2), bertempat di Hotel Borobudur, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia menyelenggarakan diskusi ilmiah berjudul “Bahaya Gula Tamabahan Berlebih”. Diskusi yang diikuti berbagai kalangan itu menghadirkan narasumber antara lain: Prof.Dr.Razak Thaha,Sp.GK sebagai pakar Gizi, Prof.Dr.Sidartawan,Sp.PD sebagai pakar Diabetes, dan Dr.Aman Pulungan,Sp.A sebagai pakar endokrin anak.

Diskusi diawali dengan presentasi dari Prof.Razak, dimana intinya beliau menyampaikan bahwa dari hasil penelitian, gula bukan penyebab langsung penyakit-penyakit seperti diabetes, penyakit jantung, ataupun stroke. Namun gula dapat menyebabkan kegemukan yang merupakan faktor resiko terjadinya penyakit-penyakit tersebut.

Presentasi selanjutnya oleh Prof.Sidartawan, menekankan mengenai efek dari masing-masing senyawa gula antara lain glukosa, sukrosa, dan fruktosa. Beliau menambhakan, sekarang ada satu lagi yang disebut High Fruktose Corn Syrup (HFCS) atau bahasa awamnya sirup gula, yang paling banyak terdapat di minuman ringan. “Kelebihan gula dalam tubuh, terutama fruktosa dapat menyebabkan gangguan metabolik” terang beliau.

Terakhir presentasi oleh Dr.Aman Pulungan, disampaikan mengenai tren kasus diabetes melitus tipe 2 pada anak meningkat. Hal ini disebabkan kebiasan hidup mengkonsumsi makanan ringan di waktu-waktu yang tidak tetap. Hal ini diperparah karena kurangnya perhatian dari orang tua terhadap asupan makanan anak.

Dalam diskusi, terdapat kata yang penting yang diucapkan oleh Prof.Razak, yaitu pemerintah harus lebih ketat dan tegas dalam regulasi akan gula tambahan, namun kementerian kesehatan tidak bisa lagi menjadi satu-satunya pihak yang berperan dalam hal ini, namu seluruh pihak harus mengambil bagian.

(MP)