“Euforia Penemuan Getah Bajakah”

“Euforia Penemuan Getah Bajakah”

21 August 2019 | Posted in Berita, berita-lengkap, news-nasional


Ari Facrial Syam
Saat ini info yg luas mengenai penemuan 3 siswa SMA N 2 Palangkaraya atas khasiat getah Bajakah terhadap pengobatan kanker sudah menyebabkan euforia tersendiri bagi sebagian masyarakat.
Akar Bajakah dicari orang dan harganya menjadi melambung sampai mencapai ratusan ribu rupiah perkilogram/batangnya. Padahal penelitian yang dilakukan baru pada binatang atau uji pra klinik. Masih memerlukan waktu yang panjang untuk mengetahui komponen apa dari getah Bajakah yang berefek positif pada sel kanker.
Disisi lain sdh ada korban pasien2 yang termakan info atas khasiat getah Bajakah ini sehingga menunda jadwal kemoterapi atau operasi, alasannya menunda karena mau mencoba akar Bajakah ini. Tentu dari sisi medis penundaan pengobatan memungkinkan kanker terus berkembang. Apalagi info khasiat Bajakah ini menjadi viral atas keberhasilan penemunya mendapat medali emas pada kompetesi internasional World Invention Creativity Olympic (WICO) di Korea.  Saya sebagai akademisi dan peneliti mengapresiasi penemuan siswa ini.
Diawali minat yang besar oleh siswa SMA ini ingin meneliti herbal yang diketahui sebelumnya membawa dampak baik untuk kesehatan dan dilakukan penelitian dengan binatang dan ternyata membawa hasil yang positif. Penemuan ini di lombakan secara internasional dan menang. Tentu ini membawa kebanggaan tersendiri buat kita semua.
“Bagaimana selanjutnya?”
Penemuan ini harus di follow up  FKUI punya pengalaman yang cukup banyak dalam meneliti herbal dan melihat dampak kesehatan pada manusia.
Saat ini salah satu tim Human Cancer FKUI yang dipimpin oleh Prof Dr. rer. physiol. dr. Septelia Innawati PhD baru saja mendapat 3 paten seputar terapi kanker payudara. Salah satunya paten kerja senyawa bahan alam Andrografolida yang awalnya bersumber dari daun sambiloto yang dapat meningkatkan apoptosis sel punca kanker payudara melalui penekanan protein survivin (studi in silico dan in vitro). Saat ini mahasiswa S3 Biomedik FKUI akan melakukan uji in vivo dengan Andrografolida. Pengalaman utk patennya ini saja membutuhkan 4 tahun.
Saya tentu berharap terus dilakukan penelitian utk melihat kandungan apa yang ada pada getah Bajakah ini, dilakukan isolasi dan setelah ditemukan komponen aktifnya dilakukan penelitian in vitro di tingkat sel dan jika terbukti efektif lanjut kepenelitian in vivo dengan animal. Setelah penelitian getah Bajakah ini lolos pada uji pra klinik ini bisa berlanjut ke uji klinik. Uji Klinik sendiri akan melakukan 4 tahap dimulai dari orang normal sampai dampak obat ini setelah sampai di market.
Butuh waktu dan kalau kita fokus dan memang menghasilkan sesuatu tentu ini akan membawa manfaat untuk penemunya dan bermanfaat untuk orang banyak.
Salam sehat,
Dr. Ari Fahrial Syam
_Akademisi dan praktisi klinik_