Hadapi MEA, IDI Harus Tingkatkan Kompetensi

Hadapi MEA, IDI Harus Tingkatkan Kompetensi

25 April 2019 | Posted in Berita, berita-lengkap, news-nasional


DSC_1836

Indonesia adalah pasar yang sangat potensial untuk sektor kesehatan. Untuk itu, menjelang datangnya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), Ikatan Dokter Indonesia (IDI) harus meningkatkan kompetensinya agar mampu bersaing dengan dokter asing.

Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr. Daeng Fakih, SH, MH, di sela seminar nasional Peluang dan Tantangan Dokter Indonesia dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean, mengatakan, “Era pasar bebas atau MEA akan masuk tahun  2020. Di sektor kesehatan Indonesia belum 100 persen siap, terutama tenaga dokternya. Dokter-dokter kita harus meningkatkan kompetensinya, sehingga tidak kalah bersaing dengan dokter asing,” Rabu (24/4).

Menurut Daeng, peningkatan kompetensi dokter tersebut tidak sebatas bidang medis saja, tetapi juga harus dilengkapi dengan penguasaan teknologi kesehatan. Selain itu, penggunaan teknologi kedokteran yang canggih di Indonesia sifatnya masih terbatas. Hanya rumah sakit-rumah sakit tertentu yang bisa melengkapi fasilitasnya dengan peralatan kedokteran yang high technology dengan alasan harga mahal dan pajak yang dikenakan juga mahal. Itu sebabnya sulit bagi dokter Indonesia untuk belajar menguasai teknoogi kedokteran yang canggih karena kondisi lapangan kurang menunjang. Berbeda dengan dokter-dokter dari negara-negara Malaysia, Singapura, Jepang bahkan India. Mereka dibekali dengan ketrampilan penguasaan high technology sehingga lebih siap untuk menghadapi era pasar bebas.

“Di sejumlah Negara, penggunaan teknologi kedokteran yang super canggih telah berhasil menarik pasien dari berbagai Negara untuk berobat ke Negara tersebut. Ambil contoh Malaysia dan Singapura, dimana saat ini banyak warga Indonesia yang memilih berobat di dua Negara tersebut meski kompetensi dokternya tidak jauh berbeda dengan dokter-dokter di Indonesia,” ungkap Daeng.

Namun demikian, menurut Daeng, dokter-dokter di Indonesia jangan berkecil hati karena IDI akan berupaya melindungi anggota, di antaranya dengan mengeluarkan peraturan yang harus dipenuhi para dokter asing.  “Salah satunya adalah, dokter asing yang ingin bertugas di sini diharuskan dapat berbahasa Indonesia dengan baik, dan mereka pun harus melewati serangkaian test terkait kompetensinya,” ucap Daeng.