Hari Diabetes Sedunia : Pada 2035, Sebanyak 14.1 Juta Masyarakat Indonesia Diprediksikan akan Mengidap Diabetes

Hari Diabetes Sedunia : Pada 2035, Sebanyak 14.1 Juta Masyarakat Indonesia Diprediksikan akan Mengidap Diabetes

25 November 2014 | Posted in Berita, berita-lengkap, news-nasional


Photo Release 3 edit

Pada tanggal 12 November 2014 yang lalu adalah tanggal jatuhnya Hari Kesehatan Nasional, dan begitu juga pada tanggal 14 November 2014 adalah hari diabetes sedunia. Dalam kesempatan itu  Indonesia Diabetes Leadership Forum (Ina DLF), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan PT Novo Nordisk Indonesia menandatangani perjanjian kerja sama yang diselenggarakan pada 13 November 2014 lalu di Jakarta.

Ketua Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) – Prof. DR. Dr. Achmad Rudjianto, SpPD-KEMD  mengatakan, bahwa perjanjian ini akan diarahkan untuk merancang Jakarta Diabetes Roadmap dalam kurun waktu satu tahun ke depan yang menitikberatkan pada solusi nyata berbagai tantangan permasalahan urbandiabetes di Jakarta.

Saat ini, kata Prof. Achmad, 9.1 juta masyarakat Indonesia hidup dengan diabetes, menjadikan Indonesia sebagai negara dengan populasi diabetes terbesar kelima di dunia, menanjak dari peringkat ketujuh tahun lalu.

Data terbaru yang dikeluarkan Federasi Diabetes Internasional (International Diabetes Federation/IDF) dalam InaDLF membuktikan bahwa pandemik diabetes dikhawatirkan akan melanda Indonesia lebih cepat dari perkiraan. Apabila terjadi, bonus demografik Indonesia yang diprediksikan terjadi pada 2030 justru dapat berbalik menjadi beban masyarakat dan ekonomi.

Pada 2035, sebanyak 14.1 juta masyarakat Indonesia diprediksikan akan mengidap diabetes, dengan dua pertiga tinggal di perkotaan dan sisanya tinggal di pedesaan. Urbanisasi dan meningkatnya ekonomi perkotaan diidentifikasikan sebagai dua kontributor yang menyebabkan peningkatan diabetes di ndonesia. Peningkatan kesejahteraan dan konsumsi masyarakat yang diikuti dengan penerapan gaya hidup yang tidak sehat dan ditambah dengan akses layananan kesehatan yang tidak merata merupakan kenyataan kehidupan perkotaan yang tidak terelakkan. Kondisi ini akan menurunkan kemampuan dalam bekerja dan menghasilkan pendapatan, mengurangi kualitas hidup yang kemudian dapat mengarah pada komplikasi selanjutnya, bahkan pada kematian.

Jakarta adalah salah satu kota dengan prevalensi diabetes tercepat. Realita ini harus diubah. Tidak ada keraguan bahwa semua pemangku kepentingan terkait harus bertindak hari ini dalam menyusun penatalaksanaan pengendalian diabetes yang lebih baik di Jakarta. Dengan kolaborasi ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memastikan  bahwa Roadmap ini akan tersedia tahun depan dan dapat digunakan sebagai panduan untuk mengubah perkembangan diabetes ini.