Hari TB Sedunia, Wapres Canangkan ‘Stop TB, Ketok Pintu’

Hari TB Sedunia, Wapres Canangkan ‘Stop TB, Ketok Pintu’

25 March 2015 | Posted in Berita, berita-lengkap, news-nasional


hari TB edit

 

Memperingati hari Tuberculosis (TB) sedunia yang jatuh setiap tanggal 24 Maret, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mencanangkan gerakan “Stop TB, ketok Pintu Kader TB”, sebagaimana dirancang oleh Kementerian Kesehatan (Kemkes).

Namun dalam pidatonya, JK mengingatkan untuk tidak hanya mengatasi masalah TB yang menjadi salah satu penyakit menakutkan, tetapi juga menekankan pentingnya mengampanyekan perihal mencegah TB.

“Tentu saya meresmikan ’Stop TB’ dan gerakan ketuk pintu. Ketuk pintu kan macam-macam, bisa orang bertamu, pacaran juga, mau pilkada juga ketuk pintu. Intinya di mana-mana dikampanyekan atau semua bupati/wali kota harus kampanye TB,” kata JK saat membuka rangkaian acara peringatan hari TB sedunia di Istana Wapres, Jakarta, Selasa (24/3).

Menurut JK, mencegah lebih baik daripada mengobati. Pencegahan bisa dilakukan dengan memperbaiki lingkungan yang rusak atau kotor. Dengan kata lain, mulai meningkatkan kualitas hidup bersih.

Perbaikan tersebut, lanjut JK, bisa di mulai dari memperbaiki kebiasaan atau gaya hidup yang dimulai dari diri sendiri dan juga keluarga.

JK mencontohkan, kepada laki-laki untuk tidak merokok terutama didekat anak kecil. Sedangkan, perempuan untuk rajin memasak sendiri makanan untuk di rumah karena jajanan di luar kurang bersih.

“Jadi merokok, para bapak jangan merokok dekat anak kecil. Rokok membunuhmu,” perintah JK.

Jika perbaikan itu dilakukan, JK mentargetkan pada peringatan Hari TB Sedunia ke-155, Indonesia sudah bebas dari TB.

“Mudah-mudahan sebelum peringatan (Hari TB Sedunia) ke-200, Indonesia sudah selesai (atasi TB). Usia 150 tahun lah kita peringati, tidak boleh lebih dari itu. Kalau tidak diselesaikan 151 (tahun), berarti ada yang salah,” paparnya.

Oleh karena itu, JK meminta peran aktif tidak hanya dari para dokter. Tetapi, juga dari para wali kota, gubernur dan seluruh masyarakat Indonesia dalam perang melawan TB.

Indonesia Bebas TB 2050

Secara terpisah, Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek menyatakan hal serupa. Menurutnya, seluruh jajaran pemerintah pusat dan daerah dibantu masyarakat harus bergotong royong menyukseskan pengendailan TB. Sehingga, mewujudkan Indonesia bebas TB 2050.

Menurut Nila, dengan strategi ketok pintu oleh kader TB di 34 provinsi di Indonesia, diharapkan kesadaran masyarakat akan penyakit dan bahaya TB dapat meningkat.

Selain itu, Nila mengatakan dalam rangkaian memperingati hari TB sedunia telah disiapkan sejumlah kegiatan. Di antaranya, workshop di Rutan Cipinang, workshop bloger di Bandung, parade TB nasional di Jakarta, pengendalian TB nasional, launching stop TB pada acara puncak.

Seperti diketahui, sudah 6 dasawarsa yang lalu pemerintah bersama masyarakat telah melaksanakan program pengendalian TB. Kemudian, telah berhasil menemukan dan mengobati sekitar 86% penderita TB di Indonesia.

Walaupun, dalam pelaksanaannya kerap menghadapi tantangan, seperti wilayah luas dan berbentuk kepulauan dengan penduduk yang tersebar dan tidak merata. Kemudian, sebagian penderita TB yang tidak menunjukan gejala sehingga tidak berobat.