IDI: JKN Sarat Masalah yang Tak Kunjung Tuntas Dibenahi

30 April 2018 | Posted in Berita, berita-lengkap, news-nasional


DSC_1321.jpg edit

PENGURUS Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mendesak pemerintah dan DPR segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional. Melalui acara debat publik JKN di Gedung Stovia Jakarta, Sabtu (28/4) PB IDI menilai pelaksanaan JKN yang sudah berjalan 4 tahun tersebut sarat dengan masalah yang tak kunjung tuntas dibenahi.

“Faktanya memasuki tahun ke-lima pelaksanaan sistem JKN ini telah menuai berbagai masalah yang semakin kompleks sehingga perlu perbaikan sistem JKN agar dapat tetap berjalan dengan baik dan bermanfaat untuk rakyat Indonesia secara optimal. Kita dorong ini dengan sangat pada pemerintah dan DPR RI serta semua pihak terkait,” kata Ketua Umum PB IDI, Prof. Dr. Ilham Oetama Marsis SPOG di sela-sela debat publik.

Ia mengangkat contoh misalnya soal defisit dana JKN yang terjadi setiap tahun diyakini terjadi karena faktor hulu penetapan nilai fundamental premi yang tidak sesuai (miss match) dengan nilai keekonomian. “Yang tentu saja hal tersebut berdampak pada penentuan tarif kapitasi dan INA-CBG’s sebagai sistem tarif paket berbasis risiko pada pelayanan kesehatan juga menjadi lebih rendah dari nilai keekonomian biaya pelayanan kesehatan yang seharusnya, sehingga berdampak pada menurunnya kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan ke peserta JKN,” jelasnya.

Selain itu, menurut dia masih ada permasalahan distribusi peserta di FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Primer) yang tidak merata dan belum menerapkan sistem keadilan sehingga pemerataan kesehatan akan sulit tercapai dan upaya promotif dan preventif tidak dapat berjalan maksimal. “Terlebih, pelaksanaan program JKN tidak didukung oleh ketersediaan jumlah obat dan alkes dalam jumlah yang cukup dan sering terjadi kekosongan obat,” beber Ilham. (OL-4)

Sumber : mediaindonesia.com