IDI Mewakili Indonesia pada Kegiatan “ The 2019 EMT

IDI Mewakili Indonesia pada Kegiatan “ The 2019 EMT

18 June 2019 | Posted in Berita, berita-lengkap, news-nasional


EMT Thailand

Indonesia bisa dibilang laboratorium kebencanaan. Hampir semua jenis bencana pernah terjadi di Indonesia baik yang bersifat Natural disaster maupun non-natural disaster. Penetapan istilahpun beragam, disesuaikan dengan kondisi tertentu. Misalnya, terminologi untuk korban kematian akibat malnutrisi  atau campak dikenal dengan ‘Kejadian Luar Biasa’. Berikutnya, terminologi fase akut pada bencana yang memakan banyak korban seperti tsunami dikenal juga dengan sebutan fase tanggap darurat.

Sejalan dengan Resolusi WHO SEARO SEA/RC71/R5 terhadap Penguatan Emergency Medical Teams (EMT)  pada regional SEA (South-East Asia), maka perlu dibentuk suatu working-group di skala regional untuk dapat men-support implementasi inisiasi EMT. Berkaitan dengan hal tersebut, WHO mengorganisir pertemuan EMT Global Meeting   yang digelar pada tanggal 12-14 juni 2019 di Royal Orchid Sheraton Hotel, Bangkok, Thailand.

Dalam rangka berpartisipasi pada kegiatan tersebut, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Muhammadiyah, Palang Merah Indonesia (PMI) dan Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes terlibat melalui kontribusinya dengan turut berbagi pengalamannya dari penugasan kebencanaan pada waktu-waktu  sebelumnya.

Pembahasan pada EMT Global Meeting 2019 ini  meliputi  pembentukan EMT, pembahasan konten Buku Merah (Red Book) dan Buku Biru (Blue Book), manajemen  kebencanaan, kordinasi Internasional, Wabah, Kesehatan Masyarakat, Logistik, Manajemen Data, Safety-Security dan masih banyak lagi.

“ Melalui pertemuan seperti ini, kita bisa mendapatkan perspektif yang lebih luas dalam rangka memajukan pertumbuhan EMTs secara nasional maupun regional. Dalam hal ini, EMT IDI senantiasa bekerja dan melakukan support dari skala cabang, wilayah hingga nasional “, ujar Dr. Putro S. Muhammad sebagai perwakilan Ikatan Dokter Indonesia pada kegiatan ini.

IDI melalui EMT-nya yang disebut dengan  EMT IDI akan terus bekerja mendukung kegiatan respon yang meliputi pelayanan medis untuk korban bencana, Rapid Health Assessment, aktivasi dan dukungan Klaster Kesehatan, medical assisting , system coaching  dan juga sebagai komunikator termasuk advokasi antar stakeholders.

Pada EMT Global Meeting 2019 ini, para perwakilan Negara-negara juga turut andil dalam penguatan standar pokok EMT dan standar spesifik yang dibutuhkan EMT pada konflik bersenjata, Complex Emergency dan juga wabah.

Dr. Ian Norton selaku Manager EMTs WHO juga menyampaikan, “ Kami mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya pada para perwakilan yang telah datang dari berbagai Negara untuk berbagi pengalamannya pada pertemuan skala global ini ”