IDI Rohil Gelar Seminar Tentang Etika dan Hukum Kesehatan

IDI Rohil Gelar Seminar Tentang Etika dan Hukum Kesehatan

7 April 2017 | Posted in Berita, berita-lengkap, news-nasional


IDI RohilIDI Rohil 2

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Rokan Hilir gelar Seminar sehari tentang etika dan hukum kesehatan serta Workshop akreditasi FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama)/Puskesmas di Hotel Grand Bagan Siapai Api. Selasa (4/4) lalu.

Ketua IDI Rohil, Dr Suratmin dalam sambutannya mengatakan digelarnya seminar tersebut bertujuan guna menambah wawasan serta pemahaman etika dan hukum kepada para dokter. Pasalnya, di era JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) ini, petugas kesehatan harus bisa meningkatkan kualitasnya dan lebih memahami etika.

Dikatakannya, Workshop peningkatan Akreditasi, di Kabupaten Rohil tahun ini ada enam Puskesmas yang akan diakreditasi. Dengan demikian, ke enam Puskesmas tersebut semakin prima melayani masyarakat dan terstandar nasional. “Tahun ini ada 6 Puskesmas yang akan diakreditasi. Semakin siap akreditasi maka pelayanan juga akan semakin prima,” tutur Suratmin.

Acara tersebut dibuka oleh Wakil Bupati, Drs H Jamiluddin dan sebagai pembawa materi dibawakan oleh Survior Akreditasi FKTP Kemenkes RI Dr H Ibnu Yazid Shabri SH.

Dalam sambutannya, Jamiluddin sangat mengapresiasi acara yang ditaja IDI Rohil tersebut. Pasalnya, IDI Rohil selalu punya inisiatif untuk melakukan kegiatan-kegiatan guna meningkatkan pelayanan kesehatan. “Untuk itu, saya harap para dokter yang bertugas di Rohil ini dapat mengabdi secara optimal,” ujar Wabup.

Survior Akreditasi FKTP Kemenkes RI Dr H Ibnu Yazid Shabri SH ketika memaparkan materi menyatakan bahwa akreditasi akan berjalan sukses jika semua unsur bersinergi, seperti yang pertama sekali adalah komitmen Pemerintah Daerah dan semua unsur yang terlibat, pimpinan daerah, Dinas kesehatan, puskesmas dan juga seluruh pegawai didalamnya.

Dr Yazid juga sangat mengapresiasi IDI Rokan hilir dibawah kepemimpinan Dr Suratmin. Selama berkunjung ke beberapa daerah sejak bulan Desember 2016 lalu, menurutnya baru IDI Rohil yang aktif. “Oleh karenanya, saya meminta kepada survior agar pelatihan ini dapat diadakan di Kabupaten Rohil,” jelasnya.

Seminar dan Workshop yang diikuti oleh hampir seluruh Puskesmas dan beberapa klinik swasta tersebut, juga dihadiri oleh ketua DPRD Rohil, kepala BPJS regional II, kepala cabang BPJS Dumai, beberapa anggota DPRD komisi D, kepala dinas kesehatan, direktur RSUD Dr Pratomo.