IDI Ungkap Angka Kematian Anak Covid-19 RI Tertinggi di ASEAN

IDI Ungkap Angka Kematian Anak Covid-19 RI Tertinggi di ASEAN

1 April 2021 | Posted in Berita, berita-lengkap, news-nasional


DSC_0229

Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M Faqih mengungkapkan angka kematian anak yang terpapar virus corona (Covid-19)  di Indonesia menduduki peringkat tertinggi di Asia tenggara atau ASEAN.

Daeng memaparkan, angka kematian anak akibat Covid-19 di Indonesia sebesar 1,7 persen, sementara di China dan Amerika Serikat menurutnya hanya 0,1-an persen. Dengan temuan itu, Daeng meminta orang tua lebih memperhatikan asupan gizi pada anak-anak.

“Jadi di Asia Tenggara, angka kematian anak karena Covid-19 ini adalah yang teringgi,” kata Daeng dalam acara daring bertajuk Peduli Gizi Anak Selama Pandemi yang dikutip, Jumat (26/3).

Dia tak merinci mengenai data-data kematian anak-anak karena Covid-19 di negara ASEAN lain dalam paparannya. Pun, ketika CNNIndonesia.com hubungi secara langsung pun belum berbalas sejauh ini.

Daeng menjelaskan, meskipun anak memiliki daya imunitas yang bagus dalam melawan virus corona. Namun, sambungnya, tetap saja pembentukan imunitas itu menurutnya memerlukan bantuan dari asupan dan keseimbangan gizi dalam tubuh anak.

Energi yang dimiliki tubuh anak diharapkan akan fokus pada pembentukan antibodi Covid-19. Sehingga tanpa nutrisi yang cukup, maka tubuh akan kekurangan energi dan antibodi tak akan terbentuk optimal.

Daeng lantas mewanti-wanti para orang tua untuk menyuplai makro dan mikro nutrisi pada anak, utamanya di tengah wabah global yang sudah menjangkit Indonesia selama setahun lebih ini.

“Kalau ini didorong, maka daya tahan tubuh anak kita menjadi baik, sehingga daya tahan anak menghadapi covid-19 ini ini tidak gampang tertular. Kalau pun tertular, daya tahan tubuhnya akan melawan virus itu,” jelasnya.

Selain itu, Daeng menegaskan pemenuhan gizi itu juga penting dilakukan sebelum Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memutuskan untuk merestui vaksinasi Covid-19 boleh dilakukan pada anak-anak.

Hal itu menyusul kebijakan terbaru dari perusahaan asal China, Sinovac, yang mengklaim vaksin covid-19 buatannya aman digunakan untuk anak usia 3 tahun hingga 17 tahun.

“Memang kita masih menunggu vaksin Covid-19 ini diberikan pada anak, tapi selama menunggu bisa dilakukan persiapan pada anak, supaya gizinya terpenuhi untuk membentuk antibodi yang optimal,” pungkasnya.

Mengutip dari artikel di laman resmi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang terbit 17 Maret 2021, ada tambahan 228.000 kematian anak di bawah lima tahun akibat Covid di enam negara terbesar ASEAN.

Dalam laporan terbaru UNICEF-WHO-UNFPA menyatakan ada penurunan tajam anak-anak yang mendapatkan perawatan akibat malnutrisi akut dan mendapat imunisasi.

Sementara itu, secara kumulatif, sebaran  kasus Covid-19 Indonesia per Kamis (25/3) menunjukkan sebanyak 1.482.559 orang dinyatakan positif covid-19. Dari jumlah itu, 1.317.199 orang telah pulih, 125.279 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit maupun isolasi mandiri, sementara 40.081 orang lainnya meninggal dunia.

Sumber : CNNindonesia.com