Indonesia Termasuk Negara dengan Penduduk BAB Sembarangan Terbanyak Kedua

Indonesia Termasuk Negara dengan Penduduk BAB Sembarangan Terbanyak Kedua

26 November 2014 | Posted in Berita, berita-lengkap, news-nasional


unicef-logo 3 edit 2

Sebanyak 55 juta penduduk di berbagai wilayah Tanah Air masih melakukan buang air besar (BAB) secara sembarang-an. Jumlah itu menempatkan Indonesia sebagai negara dengan penduduk BAB sembarangan terbanyak kedua setelah India.

Angka yang dikeluarkan badan PBB untuk anak-anak (UNICEF) dan Badan Kesehatan Dunia (WHO) tersebut memang menurun jika dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 58 juta orang. Namun, peringkat Indonesia masih tetap berada di nomor dua.

Data UNICEF-WHO itu juga menunjukkan sarana sanitasi belum tersedia secara memadai di berbagai wilayah. Tercatat, pada 2013 sekitar 52% anak Indonesia tidak memiliki akses terhadap air bersih serta 46% rumah tangga tidak memiliki akses sanitasi yang memadai.

“Perilaku BAB yang tidak pada tempatnya seperti di lahan terbuka, pantai, dan bantaran sungai membuat kotoran terekspos dan mencemari air serta lalat hingga membahayakan manusia secara langsung,” ujar Ketua Program Water, Sanitation, and Hygiene (Wash) UNICEF Aidan Cronin dalam pemaparan peringatan Hari Toilet Sedunia di Jakarta, belum lama ini.

Perilaku BAB sembarang-an, lanjutnya, memicu penyebaran penyakit, terutama diare, pneumonia, dan mun-taber, yang menjadi penyebab sebagian besar kematian anak balita. “Sanitasi yang buruk dan BAB sembarangan juga memperbesar risiko terganggunya pertumbuhan fisik anak-anak. Akibat yang ditimbulkan antara lain stunting (anak pendek) yang akan memengaruhi anak-anak secara fisik, ekonomi, dan sosial.”

Aidan menambahkan, secara global, sebanyak 1,9 miliar orang telah memiliki akses terhadap sanitasi yang baik sejak 1990. Namun, perluasan akses itu tidak sejalan dengan pertumbuhan populasi sehingga target pemenuhan akses sanitasi yang ditetapkan Millenium Development Goals (MDGs) sulit tercapai pada 2015.

Saat ini, diperkirakan 1 miliar orang di dunia masih BAB sembarangan. Sebanyak 82% dari jumlah itu ada di 10 negara, yaitu India, Indonesia, Pakistan, Nigeria, Ethiopia, Sudan, Nigeria, Nepal, Tiongkok, dan Mozambik.

Kendala
Pada kesempatan sama, anggota program Wash, Lilik Trimaya, mengatakan pemerintah sebenarnya sudah menjalankan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Namun, program itu masih menemui sejumlah kendala. “Antara lain soal pembiayaan, ada di APBN atau APBD? Kendala lain,  ketersediaan sarana sanitasi yang dianggap kurang penting oleh sebagian masyarakat,” jelasnya.

Faktor budaya dan kebiasaan, lanjut Lilik, juga kerap memengaruhi masyarakat untuk BAB sembarangan, terutama di perdesaan. Selain itu, minimnya air bersih jelas menjadi hambatan untuk BAB secara benar.

“Tapi sebaliknya bagi masyarakat yang tinggal di pesisir pantai, mereka justru merasa kelebihan air sehingga bebas BAB di pantai,” ujarnya.

Hambatan juga terjadi di perkotaan, berupa jauhnya jarak dari sumber air serta tidak adanya lahan yang cukup untuk membangun jamban.

“Sebenarnya, membuat jamban tidaklah membutuhkan biaya mahal. Standarnya hanya mengharuskan adanya lubang untuk pembuangan, ada saluran penampungan yang kedap air supaya tidak mencemari lingkungan, serta ada air bersih ditambah sabun. Dalam hal ini, penggunaan teknologi tepat guna menjadi sangat penting,” pungkasnya.

Sumber : Media Indonesia.com