Jumpa Pers PB IDI Tentang Virus MERS-CoV

Jumpa Pers PB IDI Tentang Virus MERS-CoV

10 May 2014 | Posted in Berita, berita-lengkap, news-nasional


Jumpa Pers PB IDI Tentang Virus MERS-CoV

DSC_1841 editPengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia(PB IDI)  menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap ancaman virus Middle East Respiratory Syndrome coronavirus (MERS CoV), terutama mereka yang akan pergi ke Timur Tengah atau yang sudah berada di sana.

Sebaiknya, menurut Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia Dr. Zaenal Abidin, MH mengatakan, bagi yang ingin melaksanakan ibadah umrah, ketika berada di sana agar memfokuskan kegiatan beribadah, hindari aktifitas di luar seperti di perkebunan atau kontak langsung dengan unta.

“Kalau saya pribadi lebih baik menunda keberangkatan umrah yang hukumnya sunah. Pada prinsipnya waspada,” tutur Dr. Zaenal dalam acara jumpa pers di Gedung Sekretariat PB IDI Jl. Samratulangi 29 Jakarta.

Kepada pihak penyelenggara travel umrah dan haji, ia menyarankan agar memiliki dokter. Setidaknya, lanjut Zaenal, mengetahui titik lokasi rumah sakit di Arab Saudi, ketika jamaah terindikasi dapat langsung ditangani petugas medis setempat.

Pihaknya menginginkan pemerintah terus mengawasi aktifitas virus MERS CoV. Selain itu, alat pendeteksi suhu yang terdapat di bandar udara-bandar udara agar segera diaktifkan. Hal itu untuk segera mengetahui bila kemungkinan ada terindikasi virus.

Dr. Zaenal mengemukakan, sudah menyiapkan buku panduan tentang virus MERS CoV, yang disalurkan ke puskesmas dan rumah sakit di seluruh Indonesia. “Buku panduan sudah ada sejak 2013, kita coba buat lebih simpel”, tuturnya.

Pihaknya menyarankan penanganan bagi virus MERS bersifat suportif, dengan memberikan nutrisi, dan meningkatkan kondisi tubuh. Karena sifat virus dapat berkembang ketika tubuh dalam keadaan lemah.

Serta menerapkan pola hidup sehat dan etika batuk, yaitu menutup mulut saat bersin atau batuk. “Karena vaksin MERS CoV belum ditemukan, IDI belum mengijinkan menggunakan (vaksin) apapun”, katanya lagi.

Menurut, Zaenal, peran pemerintah sangat dibutuhkan sebagai pihak yang memiliki kewenangan menangani pencegahan virus MERS CoV. “IDI hanya memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang virus tersebut agar semakin waspada,” tuturnya.

Turut bicara dalam jumpa pers tersebut, Dr. Hasnah Siregar, SpOG, dan dari Perhimpunan Penyakit Dalam – . Dr Cera Wicaksono Pitoyo, anggota Perhimpunan Spesialis Ilmu Penyakit Dalam Indonesia, dan Pengurus lainnya.