KEKERASAN TERHADAP DOKTER KEMBALI TERULANG DI INDONESIA TERCINTA INI

KEKERASAN TERHADAP DOKTER KEMBALI TERULANG DI INDONESIA TERCINTA INI

30 September 2019 | Posted in Berita, berita-lengkap, news-nasional


 Prof. Ari Fachrial 2

 

Kekerasan terhadap dokter kembali terulang, bahkan kali ini sampai menyebabkan kematian pada kejadian rusuh di Wamena. Dr.Soeko Marsetiyo (53 tahun) alumni FK Universitas Diponegoro gugur pada kerusuhan Wamena tersebut.

Saya tidak tahu apa yang ada dikepala orang-orang yang melakukan pembunuhan pada dokter yang memang bekerja di daerah pedalaman Papua tersebut.

Info yang beredar memang macam2 seputar penyebab kematian tetapi yang jelas memang beliau meninggal karena dibunuh dan menjadi korban pada peristiwa kerusuhan di Wamena Kabupaten Jayawijaya tersebut.

Pembunuhan ini sudah menghentikan pengabdian almarhum untuk masyarakat Wamena. Pembunuhan ini menyebabkan pasien2 yang harusnya ditolong karena sakit menjadi tidak tertolong oleh dokter tersebut yang terakhir dinas di Kabupaten Tolikara.

Peristiwa pembunuhan sendiri oleh para perusuh ini menjadi viral tentunya bisa melemahkan mental dokter untuk bekerja di daerah tersebut. Terbukti beberapa dokter yang bekerja di Wamena eksodus keluar Wamena, peristiwa kerusuhan yang menyebabkan kematian puluhan orang termasuk nyawa dr.Soeko sungguh menjatuhkan mental dokter untuk bertahan di Wamena. Sekali lagi yang akan dirugikan adalah masyarakat sendiri.

Apalagi kita tahu bahwa kabupaten Jayawijaya sendiri masih sangat-sangat kekurangan dokter. Peristiwa ini pasti juga menjatuhkan mental dokter untuk bekerja di Kabupaten tersebut. Pemerintah harus melakukan langkah-langkah hukum dan pengamanan agar tidak terjadi pembunuhan atau kekerasan kembali termasuk kepada para petugas kesehatan di Kabupaten tersebut. Apalagi pembunuhan terjadi pada dokter yang sehari2 bekerja menolong hidup dan kehidupan masyarakat disana.

Pemerintah daerahpun harus memberikan perlindungan kepada para petugas medis yang memang umumnya berasal dari luar daerah.

Saya sangat menyesalkan dan mengutuk peristiwa pembunuhan terhadap dokter yang memang sejak 15 tahun bekerja di Papua dan sejak 2013 bekerja di Tolikara Papua.

Untuk para dokter teman sejawat, mudah-mudahan kekerasan kepada dr.Soeko ini tidak melemahkan semangat kita untuk mau memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Wamena dan sekitarnya.

Pengaruh alkohol tidak bisa menjadi alasan untuk dengan mudah menghilangkan nyawa orang. Para perusuh harus selalu ingat ketika melakukan penyerangan pada seseorang harus ingat jangan-jangan yang diserang adalah dokter yang pernah menyelamatkan jiwanya atau anggota keluarganya.

Kita doakan agar kondisi Wamena membaik karena yang paling dirugikan adalah masyarakat jika dokter bertambah enggan lagi untuk mengabdi di Wamena karena nyawanya menjadi taruhan.

 

Salam,

 

Ari F Syam