Kekurangan Dokter Spesialis di RSUD Cepu

Kekurangan Dokter Spesialis di RSUD Cepu

5 March 2018 | Posted in Berita, berita-lengkap, news-nasional


dokter 4

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. R. Soeprapto Cepu masih kekurangan dokter spesialis. Ada empat dokter spesialis masih kosong. Padahal, keberadaan dokter spesialis sangat penting, karena RSUD tipe C ini sebagai rujukan dari sejumlah puskesmas.

Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan dan Informasi RSUD dr. R. Soeprapto Edy Purnomo mengatakan, saat ini ada empat pelayanan dokter spesialis masih kosong. Yakni, dokter spesialis telinga hidung tenggorokan (THT), spesialis anak, obgyn kandungan, serta doketer spesialis kulit kelamin. Sehingga, layanan spesialis yang kekurangan itu saat ini masih ditangani dokter luar atau kontrak. ‘’Seperti dokter spesialis THT, spesialis jiwa, serta spesialis mata masih ditangani dokter dari luar,” katanya.

Meski begitu, pihaknya telah mengunjungi dua institusi lembaga pemerintah mencari tenaga kedokteran agar ditempatkan di RSUD Cepu. ‘’Kita sudah datangi kampus UNS. Serta Rumah Sakit Mawardi yang notabene binaan UNS,” tuturnya. Tentu setelah kunjungan ini, kata dia, Maret nanti sudah bisa ditempatkan ke RSUD Cepu.

Kasi Informasi RSUD R. Soeprapto Cepu Sri Marwatik menambahkan, rumah sakit tipe C ini seharusnya memiliki dokter spesialis dasar. Seperti spesialis anak, spesialis bedah, spesialis dalam, serta obgyn. Idealnya masing-masing dua orang dokter. ‘’Namun, sekarang hanya ada 1 dokter masing-masing bidang,” jelasnya.

Selain dokter spesialis, lanjut dia, juga kekurangan dokter umum. Idealnya dokter umum itu sebanyak 13 orang. Namun, saat ini baru terdapat 10 tenaga dokter umum. ‘’Itu-pun dua orang sebagai dokter kontrak dari total 10 dokter tersebut,” ujarnya.

Selain itu, RSUD Cepu juga kekurangan apoteker. Dari jumlah standar 8 orang, saat ini hanya ada 4 orang. Tapi, hanya 3 yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS), dan seorang hanya tenaga kontrak.

Pengambilan tenaga kontrak terpaksa dilakukan, kata dia, agar pelayanan bisa berjalan. Sebab, jika menunggu PNS, terlalu lama. Pihaknya juga meminta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Blora, supaya bisa ditindaklanjuti pengangkatan PNS tahun ini.

Kepala Dinas Kesehatan Blora Henny Indriyanti membenarkan jika saat ini Blora kekurangan dokter spesialis. ‘’Kita masih butuh dokter spesialis. Monggo kalau ada kolega atau saudara monggo mutasi ke Blora,” pintanya.

Sumber: jawapos.com