Ketua Umum PB IDI : Untuk Meningkatkan Mutu Dokter Perlu Dilakukan Regulasi dan Perubahan Skema

23 November 2016 | Posted in Berita, berita-lengkap, news-nasional


DSC_9836 editDSC_9827 edit

Produksi dokter 7 ribu sampai 8 ribu pertahun, kebutuhan rasio 40 dokter per 100 ribu penduduk telah tercapai (saat ini), masalah yang dihadapi adalah distribusi dokter yang tidak merata di Indonesia di perlukan regulasi-regulasi.

Demikian dikatakan Ketua Umum PB IDI – Prof. Dr. Ilham Oetama Marsis, SpOG dalam acara Seminar yang bertema “Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat Upaya Mensukseskan Indonesia Sehat” yang diselenggarakan oleh Fraksi Partai Golongan Karya (FPG) DPR RI pada (22/11) yang bertempat Gedung Nusantara DPR RI Jakarta.

Prof. Marsis menambahkan, bahwa untuk meningkatkan mutu dokter Indonesia dan untuk menjawab kebutuhan dokter di era National Health Coverage dan MEA, perlu dilakukan regulasi-regulasi bahkan diperlukan perubahan skema pendidikan kedokteran dan Undang-undang yaitu Revisi UU Dikdok 2014.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi IX DPR RI – Bapak H. Syamsul Bachri S, M.SC dalam pemaparannya tentang “Dukungan DPR RI Terhadap Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat, Upaya Mensukseskan Indonesia Sehat,” mengatakan, DPR RI senantiasa melakukan pengawasan terhadap bidang kesehatan dengan melakukan pertemuan rutin dalam bentuk Raker atau RDP terhadap Menteri BPJS Kesehatan dalam rapat kerja maupun rapat dengar pendapat di DPR RI serta melakukan penyerapan aspirasi dari masyarakat dan stakeholder terkait permasalahan di Indonesia.

Beberapa bentuk pengawasan yang dilakukan oleh Komisi IX DPR RI adalah membentuk Panitia Kerja (Panja) antara lain : Panja Anestesi, Panja BPJS Kesehatan dan PBI, Panja Perekrutan PNS Tenaga Kesehatan, Panja RUU Kebidanan, dan Panja Peredaran Vaksin dan Obat.

Saat ini yang sedang berjalan dalam Prolegnas Prioritas 2016 di bidang kesehatan, kata Syamsul adalah RUU Kebidanan (Inisiatif DPR), RUU Kekarantinaan Kesehatan (Inisiatif Pemerintah) dan RUU Pengawasan Obat dan Makanan Serta Pemanfaatan Obat Asli Indonesia (Inisiatif DPR).

Acara Seminar dibuka oleh Plt. Ketua FPG DPR RI – Kahar Muzakir dan turut hadir Menteri Kesehatan RI – Prof. DR. Dr. Nila Moeloek, Sp. M (K) yang juga memaparkan makalahnya, dan Direktur Pelayanan BPJS – Dr. R. Maya A Rusady, M.Kes, AAK yang memaparkan tentang  “Peningkatan Pelayanan & Jaminan Kesehatan Nasional.”