Menkes Hadiri Pertemuan Ebola di Bangkok

Menkes Hadiri Pertemuan Ebola di Bangkok

16 December 2014 | Posted in Berita, berita-lengkap, news-nasional


ebola gambar

Melihat tingginya jumlah kasus Ebola yang mencapai 18.000 kasus dan 6.841 orang meninggal per 13 Desember, Menteri Kesehatan Prof. DR. Dr. Nila Moeloek, Sp.M dan pejabat Kementerian Kesehatan turut andil untuk menghadiri pertemuan yang membahas penanggulangan Ebola di Bangkok, Thailand.

Seperti disampaikan Kepala Balitbangkes, Prof Dr.  Tjandra Yoga Aditama bahwa ada beberapa poin dalam pembahasan Ebola di acara ‘ASEAN plus three Health Minister Special Meeting on Ebola Preparedness and Response’ pada 15 Desember di Bangkok. Salah satunya dengan meningkatkan pencegahan Ebola.

“Acara pembukaan pertemuan Ebola, salah satu wabah terbesar yang dialami dunia, dilakukan langsung oleh Perdana Menteri Thailand, Jenderal Prayut Chan-o-cha. Pada acara ini juga disampaikan video message dari DirJen WHO dan kepala UNMEER,” kata Tjandra dalam siaran persnya Selasa (15/12/2014).

Kesimpulan pertemuan pun dibuat antar Menkes untuk menunjang penanggulangan Ebola seperti:

I. Tingkat nasional :

1) perluas ruang lingkup EID preparedness plan dgn memasukkan pandemi dan Ebola
2) peningkatan kapasitas nasional sesuai WHO roadmap
3) surveilans di pintu masuk negara
4) memberikan prioritas tinggi, a.l simulasi multisektor, operation center, respon terkoordinasi dll
5) meningkatkan pengetahuan masyarakat / public awareness

II. Tingkat regional :

1) meningkatkan kerjasama pencegahan, informasi, pengalaman, pelatihan, investigasi wabah, penelusuran kontak, laboratorium
2) perkuat mekanisme regional untuk preparedness and response
3) meningkatkan sarana komunikasi antar Kementerian Kesehatan
4) kemungkinan kerjasama dukungan sumber daya, dan riset
5) memperkuat sistem kesehatan a.l melalui SDM kesehatan, pelayanan kesehatan primer dan Universal Health Coverage

III. Tingkat global :

1) mendukung dan membantu negara terjangkit Ebola, dalam bentuk surveilans dan respon
2) bantuan sumber daya ke negara terjangkit, dalam bentuk SDM, alat, anggaran, logistik, laboratorium, termasuk kemungkinan evakuasi tenaga internasional yang tertular
3) perlunya kerjasama multisektor untuk penanggulangan dan juga pemulihan wabah, serta mencegah wabah di masa mendatang.

Sumber: Liputan.6.com