Panglima TNI : IDI Miliki Peran Strategis Wujudkan Ketahanan Kesehatan Nasional

Panglima TNI : IDI Miliki Peran Strategis Wujudkan Ketahanan Kesehatan Nasional

10 November 2017 | Posted in Berita, berita-lengkap, news-nasional


DSC_0187 edit 2DSC_0182 edit

Letak Indonesia yang sangat strategis membawa dampak positif bagi perekonomian Indonesia, namun disisi lain juga menjadi ancaman bagi penyebaran penyakit menular global. Dalam menghadapi perspektif ancaman ini, IDI memiliki peran sangat strategis dalam mewujudkan Ketahanan Kesehatan Nasional.

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat menjadi Keynote Speaker sekaligus membuka Seminar Sehari Ketahanan Kesehatan Global Dalam Perspektif Pertahanan Negara yang diikuti oleh 400 dokter TNI dan Sipil,  bertempat di Aula Gatot Soebroto Denma Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (9/11/2017).

Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Ketahanan Nasional menyangkut berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga aktualisasinya butuh kerjasama dan sinergitas lintas sektoral. Saat ini,  ancaman global yang menimpa negara-negara di dunia termasuk Indonesia  yang sering dikenal sebagai proxy war salah satunya menggunakan aspek kesehatan sebagai media untuk menghancurkan suatu negara melalui biocrime, bio warfare dan bioterorism.

Panglima TNI menuturkan untuk menghadapi berbagai ancaman khususnya bidang kesehatan, bahwa disetiap daerah ada aparat Babinsa sebagai ujung tombak TNI yang bertugas melakukan deteksi dini, cegah dini, temu cepat dan lapor cepat. Namun laporan hasil deteksi dini dari Babinsa perlu segera diambil langkah yang tepat yaitu bekerja sama dengan dokter dan tenaga kesehatan setempat. “Peran dokter menjadi agen pertahanan terdepan dalam melawan ancaman perang biologi maupun bioterorism sangat dibutuhkan,” tuturnya.

Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa kesepakatan Global Health Security Agenda (GHSA) Ministerial Meeting di Belanda tahun 2016 menghasilkan keputusan bahwa negara yang tidak serius menangani pendemik alami maupun buatan akan diberikan sanksi. Sanksi yang diberikan secara bertingkat dimulai dari Travel Advisory dan selanjutnya Travel Warming dan Travel Ban (tidak ada keluar masuk turis dan ekspor impor). Pada tahapan Travel Ban merupakan bentuk Embargo terselubung yang berdampak pada ketahanan nasional. “Kita harus mewaspadai hal ini,” tegasnya.

Seminar Nasional dengan tema “Ketahanan Kesehatan Global Dalam Perspektif Pertahanan Negara” yang diselenggarakan oleh TNI bekerjasama dengan PB IDI ditujukan untuk memberikan pemahaman kepada seluruh dokter peserta seminar baik TNI maupun dari institusi lainnya akan pentingnya program Global Health Security.

Pada kesempatan tersebut Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, Prof. Dr. Ilham Oetama Marsis, Sp.OG menyatakan bahwa sebagai komunitas intelektual kesehatan, Ikatan Dokter Indonesia mempunyai tanggung jawab sosial (Professional Social Responsibility) untuk memajukan kesehatan Indonesia, sebagaimana perannya sebagai pelaksana pelayanan kesehatan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penyematan PIN Agen Pertahanan kepada seluruh peserta seminar sebagai bentuk komitmen dalam menjaga negara dari ancaman kesehatan global. Dari kegiatan seminar ini diharapkan akan ditindaklanjuti dengan kegiatan-kegiatan lain yang diselenggarakan di seluruh Indonesia untuk mempercepat penyebaran informasi program serta membangun jejaring pertahanan kesehatan global.