PAPDI Jaya dan PEMDA DKI Menolak Dokter Asing

PAPDI Jaya dan PEMDA DKI Menolak Dokter Asing

3 November 2014 | Posted in Berita, berita-lengkap, news-nasional


DSC_0361 edit 2

Polemik soal tenaga kerja dokter asing di Indonesia masih berlanjut. Setelah sebelumnya Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PBIDI) menyatakan menolak, kini Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta juga ikut angkat bicara.

Kadinkes DKI Dr Dien Emawati, MKes, mengatakan bahwa dirinya sependapat dengan Kementerian Kesehatan, PBIDI dan organisasi profesi kedokteran lainnya bahwa untuk membuka praktek di Indonesia, dokter asing harus memenuhi syarat-syarat yang sudah ditetapkan pemerintah.

“Jadi sesuai peraturannya, dokter asing yang ingin bekerja di Indonesia harus dapat izin imigrasi dulu. Lalu setelah itu minta izin ke Kemenkes, dan ke KKI (Konsul Kedokteran Indonesia) untuk minta STR, belum lagi ke organisasi profesi seperti PAPDI (Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia),” tutur dr Dien dalam acara konferensi pers JIM DACE di Hotel Harris, Gading, Kelapa Gading, Jakarta Utara, (2/11/2014).

Ditegaskan Dr Dien bahwa hingga saat ini baik Kementerian Kesehatan, KKI dan juga Dinas Kesehatan DKI Jakarta belum pernah sekalipun mengeluarkan bentuk izin apapun kepada dokter asing untuk praktik di Jakarta. Jadi jika Anda menemukan dokter asing yang melakukan praktik, bisa dipastikan praktik tersebut ilegal dan dapat dikenai hukuman.

“Belum ada sama sekali izin yang keluar untuk dokter asing berpraktik secara legal. Jadi kalau ada dokter asing praktik bisa dipastikan bahwa itu termasuk praktik ilegal dan bisa dipidana,” tuturnya lagi.

Sementara itu, DR. Dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, Ketua Umum PAPDI Jaya mengatakan bahwa sikap penolakan yang dikatakan oleh IDI bukan berarti dokter-dokter Indonesia takut kalah bersaing. Ia mengatakan bahwa alasan penolakan tersebut lebih karena faktor ketahanan nasional. Itu sesuai dengan apa yang sudah ditetapkan oleh Mukernas IDI ke-20 di Mataram.

“Karena menurut kami kesehatan itu termasuk ketahanan nasional. Jadi kesehatan negara ini masa mau ditangani orang asing?” pungkasnya.

Selain itu Ketua Panitia JIM DACE – Dr. Edy Rizal Wahyudi, SpPD, K-Ger FINASIM mengatakan, melalui acara JIM Dace yang diselenggarakan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Propinsi DKI Jakarta, PAPDI Jaya selaku mitra organisasi wadah Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Wilayah DKI Jakarta bersama-sama membina serta meningkatkan kemampuan dokter pelayanan Primer utamanya serta Pelayanan Sekunder yang berminat. Untuk memperbaiki kualitas layanan pasien Penyakit Dalam yang berobat di era BPJS Kesehatan ini dengan pengetahuan yang praktis dan terkini, sehingga mampu untuk melayani pelayanan rujukan keatas (sekunder/tersier) maupun menangani atau melanjutkan pasien rujukan balik dari fasilitas sekunder atau terseier secara baik dan memuaskan.