Pasien di Inggris Kini Bisa Akses Ganja untuk Pengobatan

Pasien di Inggris Kini Bisa Akses Ganja untuk Pengobatan

8 November 2018 | Posted in Berita, berita-lengkap, news-nasional


Ganja

Pasien di Inggris mulai 1 November 2018 diperbolehkan untuk mendapatkan resep obat berupa ganja.

Pasalnya, pemerintah Inggris resmi menambahkan ganja ke dalam daftar obat yang disediakan oleh Layanan Kesehatan Nasional (NHS).

Melansir The Sun, Kamis (1/11/2018), obat dari kandungan ganja ini tersedia di seluruh Inggris, Wales, dan Skotlandia.

Sebelumnya, pemerintah Inggris mendapat tekanan dari berbagai pihak yang menyuarakan penggunaan ganja untuk pengobatan.

Kasus yang paling diperdebatkan misalnya, dua anak penderita epilepsi, Alfie Dingley dan Billy Caldwell, yang ditolak mendapat manfaat pengobatan dari minyak ganja.

CNN melaporkan, para aktivis kemudian melobi pemerintah untuk mempertimbangkan kategorisasi ganja yang kala itu dimasukkan dalam Kelas A, artinya ganja tidak memiliki nilai kesehatan atau terapi.

Masuknya Sajid Javid sebagai Menteri Dalam Negeri Inggris pada April lalu dinilai membantu dalam mengupayakan ganja mengalami perubahan.

“Kami sepenuhnya simpati dengan keluarga yang menghadapi situasi menyedihkan, sambil mencoba mencari pengobatan,” katanya pada Juni lalu, menanggapi kasus epilepsi.

Javid mendengar langsung dari orangtua tentang epilepsi anak mereka. Dia menyerukan tinjauan segara terhadap ganja untuk produk obat.

“Saya secara personal menyaksikan bagaimana  kehidupan utra saya berubah karena pengobatan  ganja yang diresepkan,” ucap Hanah Deacon, ibu Alfie.

Sebagai perbandingan, ganja untuk tujuan medis telah legal di 31 negara bagian di Amerika Serikat, dengan negara bagian California yang melakukan revolusi hijau pada 1996.

“Saya pikir, ini berita luar biasa untuk anak seperti Alfie Dingley dan Billy Caldwell yang menderita akibat aturan sebelumnya,” ucap Daniel Pryor dari Adam Smith Institute.

“Ini bisa menjadi awal perubahan nyata bagi aturan obat secara umum di Inggris,” imbuhnya.

Sumber: kompas.com