PB IDI Soroti 5 Poin Terkait Masa Depan Dunia Kedokteran

4 October 2021 | Posted in Berita, berita-lengkap, news-nasional


Dr. Daeng

Rapat Paripurna DPR RI pada Kamis, 30 September 2021 menetapkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan atas Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2013 tentang Pendidikan Kedokteran menjadi RUU Inisiatif DPR RI.

Keputusan tersebut disetujui bulat oleh 9 fraksi sebagai usulan badan legislasi DPR RI. RUU Pendidikan Kedokteran melahirkan pengaturan-pengaturan baru di dunia Pendidikan kedokteran untuk penyelesaian pelayanan kesehatan.

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia  (PB IDI) DR. Daeng M Faqih, SH, MH menegaskan, Pendidikan Kedokteran tak hanya ditujukan untuk pelayanan kesehatan, melainkan ikut mendukung kemajuan perekonomian bangsa.

“RUU ini bukan saja sangat baik untuk masa depan dunia kedokteran dan pelayanan kesehatan, tetapi juga akan mendongkrak perekonomian bangsa.” kata Daeng melalui pernyataan tertulis yang diterima Health Liputan6.com, Kamis (30/9/2021).

“Sedikitnya, ada 5 poin pengaturan penting yang IDI akan mendukung penuh (RUU Pendidikan Kedokteran) untuk menjadi Undang-undang (UU),” Daeng melanjutkan.

Poin ketiga, terkait kepastian dan transparasi pendidikan dokter dan dokter spesialis. Masih banyak masyarakat yang takut bercita-cita menjadi dokte, apalagi dokter spesialis.

“(Perubahan RUU) UU ini membuka banyak kesempatan bagi orang tidak mampu, bisa jadi dokter dan dokter spesialis,” katanya.

“Kepastian lain soal uji kompetensi tidak lagi menjadi syarat lulus sebagai jaminan kualitas dokter, namun mutu kualitas dokter dilakukan sepanjang proses Pendidikan secara berkesinambungan,” Daeng menambahkan.

Keempat, level kompetensi global. Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) harus ada strategi khusus agar Indonesia bisa mengekspor dokter. Sebagai bangsa yang besar dan berdaya saing, dokter Indonesia tidak boleh kalah.

“Pengaturan kesetaraan level kompetensi global yang diatur dalam RUU ini dan percepatan jumlah dokter dan dokter spesialis, memastikan Indonesia bisa ekspor dokter sebentar lagi,” kata Daeng.

Poin kelima, yang disoroti Daeng M. Faqih terkait Medical Tourism. Menurutnya, masalah terbesar yang dialami tidak terwujudnya medical tourism adalah gap teknologi dalam pelayanan kedokteran terkini.

RUU Pendidikan Kedokteran yang disahkan DPR RI memungkinkan dihilangkannya gap ini. Keringanan bea masuk teknologi dan dukungan pemerintah dalam pelayanan kedokteran di RS Pendidikan dan diikat dalam ekosistem riset dan inovasi merupakan kuncinya.

“Kemudahan penyelengaraan pelayanan sub spesialistik ini merupakan rumus jitu menghapus gap teknologi kedokteran di Indonesia,” tutup Daeng.

“RUU ini sangat penting, saya yakin Bapak Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Pemerintah akan menyetujuinya.”

Sumber : liputan6.com