PDUI Menggelar PIT ke-6 Dibuka Oleh Menkes RI

27 April 2015 | Posted in Berita, berita-lengkap, news-nasional


DSC_1784 edit

Tahun ini Perhimpunan Dokter Umum Indonesia kembali menggelar Pertemuan Ilmiah Tahunan yang ke 6 yang berlangsung dari tanggal 17 sampai 19 April 2015 yang bertempat di Hotel Ritz Carlton Jakarta.

Pertmuan ini sekaligus pertemuan Musyawarah Nasional yang pesertanya dari seluruh Indonesia, dan juga dipenuhi dengan jumlah peserta kurang lebih 2500 dokter umum.

Pada tanggal 18 April  hari Sabtu pagi baru acara pembukaan dengan diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya,  membacakan sumpah dokter dan dilanjutkan dengan sambutan.-sambutan.

Sambutan pertama di sampaikan oleh Ketua PDUI yang disampaikan oleh Dr. Abraham Andi Padlan Patarai MKes. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Umum PB IDI – DR. Zaenal Abidin, SH, MH dan terakhir sambutan dan sekaligus sebagai Keynote Speech Ibu Menteri Kesehatan Republik Indonesia – Prof. DR. Dr. Nila Moeloek, Sp.M (K).

Dalam sambutannya Ketua Umum PB IDI – Dr. Zaenal Abidin, SH, MH mengatakan, dalam tema pertemuan Ilmiah Tahun PDUI kali ini paling tidak ada empat poin yang isinya, pertama Penguatan Profesionalisme Dokter Layanan Primer;  Kedua, Era Jaminan Kesehatan Nasional; Ketiga Ketahanan Nasional  dan keempat Menyongsong Pasar Bebas.

Dr. Zaenal menambahkan bahwa  poin pertama mengenai penguatan profesionalisme dokter tentu semua tahu bahwa untuk menguatkannya harus bekerja pada ada satu standar, baik itu standar pendidikan, standar profesi termasuk standar kompetensi, standar pelayanan, SOP dan standar etik.

Kemudian poin kedua, kata Zaenal adalah jaminan kesehatan yang berkaitan dengan pembiayaan. Dalam prinsipnya adalah gotong royong. Kalau dalam UU disebut program jaminan sosial yang diselenggarakan dengan tujuan menjamin agar peserta dan keluarganya atau anggota keluarganya perlu mendapatkan manfaat kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasarnya.

Poin ketiga tentang ketahanan dalam bidang kesehatan. Zaenal mengatakan, ukuran ketahanan dalam bidang kesehatan adalah apabila status kesehatan penduduk itu menjadi baik, karena itu diperlukan penguatan profesi untuk memperkuat layanan kesehatan dan juga diperlukan pelayanan yang kuat.

Selanjutnya poin yang keempat adalah tentang pasar bebas. “Banyak orang bertanya kapan kita siap menyongsong pasar bebas. Karena itu jawaban saya sebagai ketua IDI mengatakan, jika status kesehatan penduduk Indonesia sudah baik, dan ketahanan nasional kita sudah kuat,” tutur Zaenal.