Pengurus IDI Cabang Kutim di Lantik

Pengurus IDI Cabang Kutim di Lantik

2 July 2018 | Posted in Berita, berita-lengkap, news-nasional


Kutai Timur

Sebanyak 36 dokter dilantik secara resmi menjadi Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Kutai Timur, masa bakti 2017-2020 pelantikan oleh Ketua IDI wilayah Kalimantan Timur, DR Dr Nataniel Tandirogang, disaksikan Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Politik, S. Abdul Muthalib Al-Habsy di Hotel Royal Victoria, Sabtu (10/3/2018). Hadir dalan Pelantika itu, Wakil Ketua DPRD kutim, Hj Encek U. R firgasi, S, Sekretaris Dinas Kesehatan dan 70 dokter yang tergabung dalam IDI cabang Kutim.

Kepengurusan IDI Cabang Kutim periode 2017-2020, Dr Agung Wiratmoko Sp. Og terpilih menjadi Ketua IDI cabang Kutim dari hasil Musyawarah IDI Cabang Kutim pada 11 November 2017 lalu, dan telah disah dengan Surat Keputusan Pengurus Besar IDI nomor 01728/BP/A4/XII/2017.

Ketua IDI Cabang Kutim Dr Agung mengatakan Kepengurusan IDI Periode ini berbeda dari pengurus sebelumnya, karena ada satu penambahan yaitu Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK). Dia berharap, dengan adanya MKEK, IDI bisa lebih berperan dan mengadvokasi para dokter dalam bidang yang berkenaan dengan hukum.

Dalam kesempatan itu, sebagai Ketua IDI caabang Kutim yang sudah sah dilantik, Agung mengingatkan kembali apa arti IDI.

IDI merupakan satu-satunya profesi kedokteran di Indonesia yang menghimpun para dokter indonesia yang bersifat independen. Tidak berafiliasi dengan kekuatan politik dan idelogi manapun yang dipantangi oleh Pancasila, UUD 1945 dan sumpah dokter etik kedokteran Indonesia. IDI sebagai pemersatu, pemberdaya dan pengayom bagi Dokter di Indonesia serta berperan sebagai Advokator sebuah kebijakan kesehatan. IDI memadukan segenap potensi yang dokter Indonesia, meningkatkan harkat dan mertabat kehormatan diri dan profesi dokter di Indonesia. Mengembangkan ilmu pengatahuan dan ilmu kedokteran dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat Indonesia menjuju masyarakat Indonesia Sehat dan sejahtera.

Segenap anggota IDI harus menjaga kehormatan, keluhuran, harkat dan martabat profesi kedokteran dengan melaksanakan dan mematuhi kode etik kedokteran, meningkatkan profesionalisme dokter , meningkatkan mutu profesi kedokteran, peran penelitian dan pengembangan ilmu kedokteran.

IDI harus meningkatkan kesadaran hukum dan melaksanakan pembinaa dan pembelaan anggota, meningkatkan kesejahteraan anggota, memberdayakan anggota masyarakat dalam meningkatkan derejat kesehatannya.

Dalam perjalanan kepengurusan IDI di Kutim, sudah mengalami lima kali periode kepengurusan , tahun 2018 merupakan yag kelima. Di Era zaman Now semakin banyak persoalan yang menjadi tantangan kita (IDI) untuk kedepan yang harus dihadapi menuntut keprofesionalisme dokter, oleh karena semakin terbuka arus informasi melalui jaringan media publikasi. Semakin banyak sorotan dan komplain kpada para dokter atas kinerja dokter, sementara tidak diimbangi penigkatan kesejahteraan para dokter itu sendiri.

 

“Untuk itu, dalam kesempatan ini dihadapan Bupati atau yang mewakili dan Wakil Ketua DPRD kutim, kami (IDI) ¬†agar dapat memperhatika. Kesejahteraan para dokter di seluruh wilaya Kutim baik dokter gigi, umum dan spesialis ,” tegasnya.

Kerena tidak dipungkuri, dalan kondisi yang defisit banyak keluahan dari para dokter, sebut dokter spesialis kandungan itu. Pemkab Kutim diharapkan dapat meningkat kesejahteraan dokter di Kutim. ” Kita harap dapat ditingkat insentif dokter di Kutim, “. Ungkap Dr Agung.

Keoada para dokter yang tergabung dalan IDI, Dia mengingatkan untuk bekerja secara proporsional dan mengembangkan diri, agar tidak tergerus tengan teknologi yang semakin berkemban, tutupnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kutim Hj Encek U.R Virgasi yang juga Ketua Yayasan Kanker dan Jantung Indonesia Cabang Kutim berjanji akan usul peningkatan insektif dokter di Kutim ditahun yang akan datang.

“Bunda akan usahakan, peningkatan kesejahteraan dan peningaktan program kesehatan di Kutim termasuk IDI melalui Dinas Kesehatan,” Ungkapnya Bunda PAUD Kutim itu.