PERTEMUAN IDI REGIONAL SUMATRA (INDONESIA MEDICAL ASSOCIATION ) BANDA ACEH 28-29 DESEMBER 2013

PERTEMUAN IDI REGIONAL SUMATRA (INDONESIA MEDICAL ASSOCIATION ) BANDA ACEH 28-29 DESEMBER 2013

30 December 2013 | Posted in Berita, berita-lengkap, news-nasional


PERTEMUAN IDI REJIONAL SUMATRA

(INDONESIA MEDICAL ASSOCIATION – SUMATRA REGIONAL)

BANDA ACEH 28-29 DESEMBER  2013

 

Konfrensi Pers PB.IDI dan PANITIAPada tanggal 28-29 Desember 2013, bertempat di Hermes Hotel Banda Aceh, diselenggarakan Pertemuan Rejional Ikatan Dokter Indonesia (IDI) se-Sumatera (IMA –Sumatra Regional) yang membahas secara paripurna tentang Disaster Preparedness (Kesiapsiagaan terhadap Bencana). Ketua IDI Wilayah Aceh – dr. Fahrul Jamal, Sp.An, yang juga sekaligus menjadi Koordinator Regional IDI se-Sumatera menyampaikan bahwa: “Bencana Tsunami yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 menjadi Guru yang sangat berharga bagi dunia pada umumnya, dan Indonesia pada khususnya bahwa bencana dapat terjadi dimana saja, kapan saja dan pada siapa saja. Oleh sebab itu perlu upaya kesiapsiagaan terhadap bencana”. Lebih lanjut dr.Fahrul Jamal, Sp.An menghimbau Pemerintah Daerah baik di tingkat propinsi sampai kabupaten kota bersama-sama IDI meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap bencana. “Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan terhadap bencana merupakan kewajiban kita bersama. Jepang menjadi contoh bagaimana solidnya seluruh perangkat dalam kesiagaan terhadap bencana. Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan yang baik menjadi kunci suksesnya penanganan bencana”.

Pengurus Besar IDI yang hadir pada acara ini menghimbau agar seluruh IDI Wilayah dan Cabang se-Indonesia untuk waspada dengan potensi bencana yang dapat terjadi di Indonesia. PB IDI melalui Ketua Bidang Siaga Bencana – dr. Kamarudin Askar akan menjadikan pertemuan ini menjadi kegiatan nasional IDI se-Indonesia yang akan dilengkapi dengan pelatihan siaga bencana, manajemen bencana, Sistem Penanggulangangawat Darurat Terpadu (SPGDT), Pelatihan Rumah Sakit Lapangan dan Simulasi bencana dengan pihak-pihak terkait. Dalam waktu dekat ini IDI akan melakukan koordinasi dan kerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai komitmen IDI menjadi bagian terpenting dalam sistem penanggulangan bencana di Indonesia. Pertemuan tersebut menghasilkan rekomendasi  ( yang bersifat eksternal dan internal) terkait dengan bencana nasional sbb:

  1. Seharusnya dokter juga harus selalu dilibatkan dalam penanggulangan bencana nasional dan daerah dibuat dalam bentuk MOU.
  2. Komunikasi Internal     : Penguatan tim secara internal

Komunikasi Eksternal

  1. Membuat peraturan-peraturan kepada dokter asing untuk masuk ke daerah bencana
  2. IDI hendaknya menggandeng psikologi untuk dijadikan satu tim
  3. Mengkonsolidasikan teman-teman IDI
  4. Penguatan tim bencana di daerah setempat (daerah bencana)
  5. Aplikasikan struktur yang sudah ada/dibuat à Untuk simulasi
  6. IDI harus berkolaborasi dengan takeorder
  7. IDI cabang membuat new maping
  8. Nasional meeting diadakan minimal 1 tahun sekali
  9. Disaster masuk dalam program pendidikan,modul pelatihan khusus.

 

Pada pertemuan ini, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) se-Sumatera juga melahirkan gagasan dan rekomendasi yang penting bagi suksesnya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang resmi dimulai pada tanggal 1 Januari 2014. IDI se-Sumatera membulatkan tekad untuk membentuk Satuan Petugas (Satgas) Monitoring, Evaluasi dan Rekomendasi terhadap jalannya JKN yang dikelola oleh BPJS. Satgas ini bertugas untuk melakukan pengawasan sekaligus evaluasi rutin jalannya BPJS. IDI Cabang se-Sumatera akan membuat laporan mingguan dan bulanan ke IDI Wilayah yang akan diteruskan ke tingkat Pengurus Besar IDI. Pada tingkat PB IDI akan dilakukan Rapat Khusus terhadap laporan yang masuk dengan output berupa rekomendasi terhadap BPJS dan Pemerintah sehingga jalannya BPJS sesuai dengan harapan.

Pertemuan ini juga secara lebih tegas menyatakan bahwa dalam penyelenggaraan BPJS, seluruh dokter dengan fasilitas kesehatan harus melalui IDI dalam menjalin kontrak kerjasama dengan ASKES. Menurut Ketua Umum PB IDI – dr. Zaenal Abidin,M.Kes menyampaikan bahwa: “Tidak ada kewajiban dokter harus menjadi anggota dari Asosiasi Fasilitas Kesehatan (Faskes) yang ada sebagai syarat menjalin kontrak kerjasama dengan ASKES. Seluruh dokter di Indonesia merupakan anggota satu-satunya organisasi profesi dokter yang diakui Undang-undang, yakni Ikatan Dokter Indonesia”.

IDI menghimbau kepada seluruh anggotanya untuk melakukan pelayanan kesehatan yang optimal di era SJSN 2014, karena bagaimanapun bangsa yang sehat karena masyarakatnya sehat. IDI juga tidak akan mengesampingkan kesejahteraan anggotanya. IDI berkomitmen bahwa “Dokter Sehat, Masyarakat Sehat, Bangsapun Sehat”.

Banda Aceh, 29 Desember 2013

 

Rekomendasi disampaikan kepada :

1.Kepada pemerintah à

2. Kepada organisasi IDI

1. Rekomendasi kepada pemerintah

  1. Seharusnya dokter juga harus selalu dilibatkan dalam penanggulangan bencana nasional dan daerah dibuat dalam bentuk MOU.
  2. Komunikasi Internal     : Penguatan tim secara internal

Komunikasi Eksternal

  1. Membuat peraturan-peraturan kepada dokter asing untuk masuk ke daerah bencana
  2. IDI hendaknya menggandeng psikologi untuk dijadikan satu tim
  3. Mengkonsolidasikan teman-teman IDI
  4. Penguatan tim bencana di daerah setempat (daerah bencana)
  5. Aplikasikan struktur yang sudah ada/dibuat à Untuk simulasi
  6. IDI harus berkolaborasi dengan takeorder
  7. IDI cabang membuat new maping
  8. Nasional meeting diadakan minimal 1 tahun sekali
  9. Disaster masuk dalam program pendidikan,modul pelatihan khusus.