Rapat Pleno MKKI

Rapat Pleno MKKI

22 February 2016 | Posted in Berita, berita-lengkap, news-nasional


DSC_6137 editDSC_6133 edit

Majelis  Kolegium Kedokteran Indonesia (MKKI) yang salah satu tugas dan Wewenangnya adalah sesuai dengan  AD/ART IDI tahun 2012 pasal 41 yaitu pertama, mengusulkan system pendidikan profesi bidang kedokteran kepada Ketua Umum Pengurus Besar. Kedua, membina, mengawasi dan mengevaluasi Kolegium dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan profesi kedokteran. Ketiga, mengkoordinasikan kegiatan kolegium kedokteran, keempat, mengusulkan kebijkan dan pengendalian ujian nasional pendidikan profesi kedokteran kepada Ketua Umum Pengurus Besar. Kelima, mengusulkan dan merekomendasikan pengakuan keahlian dalam bidang kedokteran kepada Ketua Umum Pengurus Besar. Dan keenam, mengusulkan dan merekomendasikan cabang keilmuan baru dalam bidang kedokteran kepada Ketua Umum Pengurus Besar.

Demikian dikatakan Ketua Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia – Prof. DR. Dr. David S Perdanakusuma, SpBP-RE (K) dalam satu pemaparannya pada acara Rapat Pleno yang diadakan pada (19/2) di Hotel Grand Cemara Jakarta Pusat.

Peserta dihadiri oleh semua pengurus Kolegium Kedokteran Indonesia dan semua pengurus Kolegium Perhimpunan spesialis Kedokteran Indonesia.

Dalam acara tersebut diawali dengan sambutan yang disampaikan oleh Ketua Umum PB IDI – Prof. Dr. Ilham Oetama Marsis, SpOG yang menyampaikan Visi dan Misi PB IDI ke Depan. Salah satunya, Prof. Marsis menyampaikan bahwa distribusi dokter spesialis yang sudah mendapat Surat Tanda Registrasi (STR) per 31 Desember 2014 berjumlah 26. 896 dokter spesialis  dengan jumlah pendudukan 252.124.458 jiwa maka rasionya adalah 10.66 : 100.000 jiwa.

Maka diperkirakan lulusan dokter spesialis setiap tahunnya ada kenaikan 30%, dan diperkirakan pada tahun 2018 akan berjumlah 76.815 dokter spesialis.

Selanjutnya pemaparan tentang  “Evaluasi Program Kerja KIBI 2014-2016 yang disampaikan oleh DR. Dr. Kiki Lukman, dr. M (med)Sc, SpB, KBD, FCSI.

Sore hari jam 20.00 sampai malam 23.00  dilanjutkan dengan Diskusi Pengurus Kolegium Kedokteran.