Riwayat Penderita Kanker Tak Dianjurkan Gunakan Sel Punca

Riwayat Penderita Kanker Tak Dianjurkan Gunakan Sel Punca

10 January 2018 | Posted in Berita, berita-lengkap, news-nasional


stem sel

DR. Dr. Purnawati,  M Biomed memperingatkan orang dengan riwayat kanker untuk tidak menggunakan sel punca baik dalam terapi atau untuk tujuan kecantikan, awet muda atau regenerasi sel.

Peringatan ini disampaikan Dr. Purnamawati, pasalnya sel punca dapat memulai pertumbuhan kanker dan juga sebagai penyebab penyebaran kanker ke tempat lainnya di dalam tubuh. Ada pula sel induk atau sel punca normal yang berfungsi memperbaiki/mengganti jaringan tubuh yang rusak.

“Sel punca ini dapat digunakan mulai dari kecantikan, kesehatan, hingga anti penuaan. Tetapi akalau sebelumnya memiliki riwayat kanker, tidak dianjurkan untuk gunakan sel punca,” kata Dr Purnamawati saat acara Promosi Doktor yang mengangkat judul “Efek Sekretom Sel Punca esenkimal Asal Jaringan Lemak dan Tali Pusat Terhadap Agresivitas Sel Punca Kanker Payudara” di Gedung IMERI UI di Jakarta, Selasa (9/1/2018).

Maka dari itu, Dr Purnamawati yang lulus menjadi doktor dengan predikat cum laude ini mengimbau masyarakat, utamanya yang memiliki riwayat kanker untuk waspada gunakan sel punca.

Hal ini juga didukung oleh pemerintah yang tidak membebaskan instansi-instansi medis gunakan sel punca. Terlebih penelitian yang dilakukan Dr Purnamawati secara in vitro ini juga diakuinya masih memerlukan penelitian lanjutan, apalagi setiap asal sel punca memiliki profilnya masing-masing.

“Jika ingin menggunakan sel punca untuk kecantikan memang harus melihat dulu yang melakukan siapa. Bagi dokter yang menggunakan sel punca saja harus memiliki kompetensi tertentu,” kata Dr Purnamawati yang lulus dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,98 ini.

Untuk diketahui pula, dunia kedokteran telah menemukan apa yang disebut dengan sel punca kanker (Cancer Stem Cells / CSCs) dan sel punca mesenkimal (SPM). CSCs  adalah sel yang dapat memulai pertumbuhan kanker dan juga sebagai penyebab penyebaran kanker ke tempat lainnya di dalam tubuh. Sedangkan SPM adalah sel induk atau sel punca normal yang berfungsi memperbaiki/mengganti jaringan tubuh yang rusak.

Dr Purnamawati mengungkapkan, terapi SPM ini tengah banyak digunakan dalam berbagai tujuan, mulai dari kecantikan, kesehatan, hingga anti penuaan. Namun, dibalik terapi ini muncul kekhawatiran akhirnya membuat CSCs pada kasus kanker payudara dapat tumbuh semakin ganas, dalam kata lain agresif.

Sumber : netralnews.com