Sektor Kesehatan Prioritas

Sektor Kesehatan Prioritas

8 March 2019 | Posted in Berita, berita-lengkap, news-nasional


DSC_1368

DSC_1396

Dua calon presiden pada Pemilu 2019, Joko Widodo dan Prabowo Subianto, sama-sama berjanji menjadikan kesehatan sebagai salah satu sektor prioritas jika mereka memenangi pemilu. Kedua capres itu juga menyerap aspirasi dari organisasi profesi bidang kesehatan yang diantaranya berharap ada perbaikan kesejahteraan tenaga medis serta pemerataan sebaran tenaga medis di seluruh Indonesia.

Komitmen di bidang kesehatan ini diutarakan Joko Widodo dan Prabowo Subianto saat mereka secara terpisah menghadiri Dialog Silaturahmi Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Bersama Komunitas Kesehatan di Jakarta, Kamis (28/2/2019). Acara itu dihadiri perwakilan dari tujuh organisasi profesi di bidang kesehatan, Joko Widodo hadir pada sesi pertama, sedangkan Prabowo pada sesi kedua.

Dalam forum itu, Jokowi menyatakan, sektor kesehatan merupakan fondasi penting kehidupan yang memengaruhi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Oleh karena itu, ia akan memberikan perhatian lebih besar terhadap sektor kesehatan pada tahun-tahun mendatang setelah Berkonsentrasi pada sektor infrastruktur selama lima tahun masa kepemimpinannya.

Ia akan berusaha menyelenggarakan berbagai persoalan kesehatan yang saat ini maish ditemui, misalnya berkaitan dengan stunting, gizi buruk, dan pola hidup tidak sehat.

Jokowi juga mengatakan, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi beberapa tahun mendatang. Usia produktif akan mendominasi penduduk Indonesia. Karena itu, kualitas SDM menjadi penting diperhatikan agar mampu meningkatkan produktivitas negara.

Pajak untuk Perbaikan

Kepada peserta diskusi, Prabowo Subianto menyatakan, jika terpilih, ia akan menyelesaikan permasalahan kesehatan, seperti kesejahteraan tenaga kesehatan, masalah stunting bagi anak-anak, hingga ketiadaan Undang-Undang Farmasi untuk menjamin kehadiran obat-obatan dari industri dalam negeri. Salah satu jalan keluar yang akan dilakukan ialah menaikan persentase rasio pajak negara.

“Tidak ada perbedaan kualitas manusia Indonesia, dulu dan sekarang. Tetapi, kalua rasio pajak kita bisa 16 persen, itu artinya setiap tahun kita bisa menambah 60 miliar dollar Amerika Serikat atau Rp 700 trilyun,” katanya.

Prowo juga berkomitmen mengatasi kebocoran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Uang negara itu bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan warga negara, termasuk di  bidang kesehatan.

Pada acara itu, sejumlah aspirasi disampaikan oleh tujuh organisasi profesi kesehatan.

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) – Dr. Daeng M Faqih, SH MH, berharap, status dan kesejahteraan tenaga medis dan kesehatan juga harus disebar merata di seluruh Indonesi. Terkait program Jaminan Kesehatan Nasional, Daeng mendorong ada perbaikan berkelanjutan sehingga bisa memberikan manfaat setara bagi masyarakat dan tenaga kesehatan.

Dr Daerng juga menyampaikan aspirasi terkait system Pendidikan kedokteran, serta perlindungan hokum bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan.

Sumber : Harian Kompas cetak, halaman 3 – 1 Maret 2019