Siapa Saja yang Tidak Dianjurkan untuk Berpuasa Ramadan?

Siapa Saja yang Tidak Dianjurkan untuk Berpuasa Ramadan?

28 April 2020 | Posted in Berita, berita-lengkap, news-nasional


Ari Facrial Syam

Dalam Bulan Ramadhan ini adapun 11 kelompok pasien yang tidak boleh puasa Ramadan:

1. Pasien dalam perawatan rumah sakit dan dalam keadaan di infus baik infus cairan maupun makanan atau pasien yang sedang mendapat transfusi darah. Pemberian infus makanan dan darah membatalkan puasa. Tentu hal ini berlaku untuk pasien Covid-19 yang sedang dirawat.

2. Seseorang yang sedang dalam infeksi akut misal radang tenggorokan berat, demam tinggi, diare akut, pneumonia, infeksi saluran kencing dan infeksi  lain yang menyebabkan demam tinggi. Ini juga termasuk pasien Covid-19.

3. Seseorang dengan migren atau vertigo dimana kondisi sakitnya akan bertambah buruk jika pasien tersebut tidak makan atau minum obat.

4. Pasien dengan gangguan pernafasan akut seperti asma akut, penyakit paru obstruksi kronis yang berat.

5. Pasien jantung dengan gagal jantung.

6. Pasien sakit maag yang sedang dalam keadaan akut misal *muntah-muntah dan nyeri hebat sampai keluar keringat dingin.*

7.Pasien kanker yang sedang dalam pengobatan atau belum diobati.

8.Pasien dengan gangguan liver kronis lanjut misal sirosis hepatis grade B atau C.

9.Pasien dengan gagal ginjal kronis yang sedang menjalani cuci darah atau peritoneal dialisis.

10. Pasien kencing manis dimana gula darahnya belum terkontrol atau kalau pun terkontrol tetapi dengan kebutuhan insulin masih tinggi lebih dari 40 U per hari.

11. Orang tua usia lanjut dengan menderita pikun (Alzhaimer), dimana sulit mengingat apakah sudah makan atau sudah minum.

Mudah-mudahan dengan informasi ini kita bisa mengingatkan anggota keluarga kita yang masuk pada kelompok yang tidak dianjurkan puasa ini untuk tidak berpuasa. Agar tidak mengalami gangguan kesehatan yang berat. _Sebaiknya pada masyarakat yang tidak masuk kelompok tersebut mustinya bisa melaksanakan puasa Ramadhan dengan sebaik2nya._

 

Salam sehat,

 

Prof Ari Fahrial Syam

Akademisi dan Praktisi Klinis.