Simposium MKEK ke-2: “Tantangan Etika Dokter di Era SJSN

Simposium MKEK ke-2: “Tantangan Etika Dokter di Era SJSN

10 May 2014 | Posted in Berita, berita-lengkap, news-nasional


Simposium MKEK ke-2: “Tantangan Etika Dokter di Era SJSN

DSC_1773 editMajelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) kembali menggelar simposium yang kali ini mengambil tema “Tantangan Etika Dokter di Era Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN)” pada tanggal 4 Mei 2014 di RS Budi Kemuliaan Jakarta.

Simposium diawali dengan membacakan sumpah Lafal Kedokteran dan dilanjutkan dengan sambutan ketua panitia yang disampaikan oleh Dr. Med. Frans Santosa, SpJP, FHA. Kemudian sebagai sambutan kedua, disampaikan oleh Ketua MKEK PB IDI, Dr. Prijo Sidipratomo, Sp.Rad.

Dr. Prijo Sidipratomo, Sp.Rad dalam sambutannya mengatakan, bahwa  banyak masalah saat ini yang ditangani oleh Dewan Majelis Kehormatan Dokter Indonesia (KDKI) dan Prijo berharap apa yang ditangani oleh MKDKI telah diputus oleh MKDKI itu menjadi pembinaan dari para ketua MKEK IDI Wilayah dan juga tentunya dari para dewan etik di profesi ataupun juga para direktur RS atau klinik yang ada di daerah dimana yang bersangkutan bertugas.

Dengan demikian, kata Prijo, agar mereka bisa benar-benar di bina dengan baik, karena dalam pertibangannya kalau seseorang sudah melanggar disiplin pasti dia sudah melanggar etika. Jadi kalau sudah melanggar hukum dia sudah melanggar disiplin dan dia juga sudah melanggar etika. “Oleh karena itu semua yang berkecimpung dan aktif di dalam pembahasan etik, mohon ini menjadi konsennya untuk membina mereka supaya tidak terjadi lagi untuk kedua kali dalam hal yang sama,” tutur Prijo.

Tetapi kalau memang sudah tidak bisa dibina, kata Prijo, jangan segan-segan untuk itu dilaporkan ke pusat dan nantinya akan dicabut keanggotaannya sebagai anggota profesi. Karena bagaimanapun juga profesi ini masih di pandang oleh masyarakat karena kemuliaannya sebagaimana yang dahulunya di berikan rol model oleh  Dr. Cipto Mangunkusumo.

Kemudian dilanjutkan sambutan kedua disampaikan Sekjen PB IDI – Dr. Daeng M Faqih, MH. Dalam sambutannya  Dr. Daeng mengucapkan selamat atas terselenggaranya simposium ini, dan Sekjen berharap, agar hal-hal seperti ini kedepannya dapat ditumbuhkembangkan.

“Kedua, Kita semua tahu, kalau kita membicarakan masalah profesi , maka diibaratkan kalau profesi itu adalah sebuah semangka. Semangka (profesi) itu kalau di belah, tiga perempat bagian itu isinya masalah etik , bisa juga isinya setengah dari semangka itu kandungannya masalah etik,” tutur Daeng.

Oleh karena itu,kata Sekjen, bahwa  benar kalau World Medical Association (WMA) mengatakan bahwa profesi dokter itu adalah sebuah moral enterprises. “Saya rasa ini perlu kita sosialisasikan bersama, bahwa profesi itu adalah moral enterprises. Karena sekarang mulai banyak berkembang profesi ini bergeser pada bisnis enterprises. Inilah yang perlu kita perangi bersama. Agar Supaya kembali kepada sifat dasar profesi sebagai moral enterprises,” tutur Daeng lagi.

Selanjutnya penyampaian materi yang dimoderatori oleh Direktur Rumah Sakit Budi Kemuliaan- Dr. Baharuddin, SpOG. Pemaparan pertama disampaikan oleh Prof. Dr. Ali Sulaiman, SpPD, KGEH, PhD yang menjelaskan tentan “Jaminan Kesehatan Nasional & Implikasinya pada Etika Pendidikan Kedokteran.”

Pemaparan kedua, disampaikan – Dr. Soetedjo, Sp.S (K) yang menjelaskan tentang “Pelaksanaan SJSN di Daerah dan Dilema Etik.” Pemaparan Ketiga disampaikan oleh Prof. DR. Dr. Hasbullah Thabrani, MPH, Dr.PH yang menjelaskan tentang “Pembiayaan SJSN & Implikasinya pada Etika Kedokteran.” Pemaparan ketiga disampaikan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Bapak Ir. Basuki Tjahaja Purnama yang menjelaskan tentang “Peran Pemda DKI Jakarta Mengimplementasikan  Pelayanan dan Pembiayaan Kesehatan yang Beretika.”

Sesi kedua, dilanjutkan kembali pemaparan disampaikan oleh Ketua Biro Hukum dan Organisasi Setjen Kemenkes RI – Prof. Dr. Budi Sampurna, DFM, SH, SpF (K) yang menjelaskan tentang “Dilema Etik Kedokteran pada Layanan BPJS.” Pemicara selanjutnya disampaikan oleh Direktur Umum BPJS – DR. Dr. Fachmi Idris, M.Kes yang menjelaskan tentang “BPJS Kesehatan: Kesejahtetaan Masyarakat vs Kesejahteraan Dokter ?” dan pembicara terakhir disampaikan oleh DR. Dr. Robert Gandsentana, MS menyampaikan tentang “Ilustrasi Kasus Pelanggaran Etika Terkait SJSN.”