Skip Challenge Memang Harus Dilarang

Skip Challenge Memang Harus Dilarang

13 March 2017 | Posted in Berita, berita-lengkap, news-nasional


Ari Fahrial

Saya ingin berbagi tentang Skip Challenge yang sedang ngetrend pada ABG kita.. Untuk informasi  di Departemen Biokimia dan Biologi Molekuler FKUI terdapat Pusat Kajian Hipoksia & Stres Oksidatif (Center of Hypoxia & Oxidative Stress Studies) selanjutnya disebut dalam singkatan resminya PKHSO/CHOSS merupakan suatu unit semiotonom dari Departemen Biokimia dan Biologi Molekuler FKUI, yang mempelajari, mengkaji dan meneliti berbagai proses dan peristiwa yang berhubungan dengan oksidasi biologi pada organisme atau bagian-bagiannya serta mengkoordinasi berbagai kegiatan dalam bidang tersebut. Pusat kajian ini sudah melakukan penelitian yang menyeluruh tentang dampak dari hipoksia. Kebetulan saya melakukan penelitian dampak hipoksia pada lambung sesuai keahlian saya dibidang ilmu penyakit dalam, lambung dan pencernaan. Penelitian kami lakukan di tingkat animal (tikus). Kami membuat model binatang dalam hal ini tikus yang telah mengalami kondisi hipoksia selanjutnya kita melakukan penelitian pada organ akibat dampak hipoksia. Penelitian yang  dilakukan meliputi dampak hipoksia secara histopatologi dan biologi molekuler. Kebetulan publikasi saya atas penelitian ini menghasilan 2 publikasi di Acta Medica Indonesiana dan dari 2 publikasi ini sudah disitasi lebih dari 40 artikel internasional lainnya.

Dari tulisan ini saya hanya mengingatkan bahwa skip challenge yang akhirnya mengakibatkan hipoksia tidak saja berdampak pada organ otak dan syaraf tetapi bisa berdampak pula pada organ-organ lain sperti organ lambung dan pencernaan.

Hipoksia adalah suatu keadaan kekurangan oksigen yang bisa menyebabkan permasalahan kesehatan karena akan berpengaruh pada organ-organ tubuh kita.Hipoksia bisa terjadi karena kadar oksigen yang kurang dari udara.Di dalam tubuh kita sebenarnya keseimbangan oksigen dijaga oleh sistem kardiovaskuler dan sistem pernapasan. Oleh karena itu,kondisi hipoksia juga dapat terjadi jika kita mengalami kerusakan pada sistem jantung dan pembuluh darah dan sistem pernapasan.Berbagai keadaan yang membuat kadar oksigen di sekitar kita rendah dapat membuat kita mengalami hipoksia.

Kondisi yang membuat kadar oksigen sekitar kita rendah adalah jika kita berada di atas ketinggian,seperti di pegunungan, berada di ruangan tertutup tanpa sirkulasi udara yang baik atau sirkulasi udara baik tetapi dipenuhi asap rokok.
Kekurangan oksigen atau hipoksia bisa terjadi karena tercekik atau faktor  mekanik lainnya. Faktor mekanik  inilah yang terjadi pada anak yang sedang melakukan skip challenge, dorongan yang keras pada dada akan menekan saluran pernafasan sehingga akan terjadi hipoksia.
Proses penekanan pada dada sendiri bisa menyebabkan trauma pada dada sampai patahnya tulang iga. Kondisi patah tulang juga bisa menembus paru sehingga terjadi kebocoran paru.

Hipoksia akan menyebabkan gangguan pada berbagai organ mulai dari otak,jantung,paru,lambung dan pencernaan, hati, ginjal dan organ2 lain seperti yang saya sebutkan diatas. Karena hipoksia menyebabkan organ2 tersebut kekurangan oksigen.  Penelitian doktor saya membuktikan bahwa kondisi hipoksia menyebabkan terjadinya perlukaan pada lambung berupa terjadinya ulkus. Secara klinis bisa terjadi nyeri pada ulu hati bahkan muntah darah pada pasien yang mengalami hipoksia akut.

Memang setelah tekanan pada dada dilepas aliran oksigen akan kembali normal. Cuma masalahnya  bisa saja sudah terjadi gangguan pada organ walau masih ringan. Tetapi pada seseorang yang sudah ada kelainan jantung misal kelainan jantung bawaan atau pasien yang sudah ada gangguan paru bisa saja tekanan pada dada sesaat tersebut bisa menyebabkan komplikasi yang fatal. Skip challenge memang harus dilarang,  kesenangan sesaat yang bisa berujung kematian.

#stopskipchallenge

 

#salam sehat,

Ari Fahrial Syam MD,PhD, FACP

-Division of Gastroenterology, Department of Internal Medicine, Faculty of Medicine, University of Indonesia/ Cipto Mangunkusumo Hospital

Twitter/Instagram @dokterari