Tak Terima Insentif, 3 Dokter di Manokwari Selatan Mengundurkan Diri

14 March 2018 | Posted in Berita, berita-lengkap, news-nasional


dokter-vs-hukum

Sebanyak tiga dokter pegawai tidak tetap (PTT) yang bertugas di Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel), Papua Barat, Rabu (7/3/18), mengajukan surat pengunduran diri kepada Bupati Markus Waran. Para dokter tersebut adalah dr Merlyn Waromi, dr Keis Meraujhe dan dr Ika Merdeka Wati. Mereka mengundurkan diri karena selama bertugas tidak menerima tunjangan insentif dan hak-hak lain yang seharusnya mereka terima. Wakil Bupati Mansel Wempy Rengkung yang dikonfirmasi membenarkan pengunduran diri dokter umum yang bertugas di Puskesmas Oransbari dan Puskesmas Ransiki. “Pemkab sudah terima surat penguduran diri para dokter umum ini, namun belum ada keputusan karena masih menunggu Bupati yang sedang melaksanakan tugas keluar daerah,” kata Wempy.

Wempy menegaskan, pembayaran insentif dan hak lainnya yang diduga penyebab para dokter ini mengundurkan diri tentu perlu dikoordinasikan agar semuanya menjadi jelas. “Kami akan segera memanggil kepala Dinas Kesehatan dan pejabat terkait lainnya untuk mengetahui lebih detail apa masalah atau kendala yang membuat tiga dokter umum ini mundur,” tandas Wempy. Pasca-pengajuan pengunduran diri para dokter ini, Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Mansel, EO Pocerattu kemudian menggelar tatap muka bersama petugas medis dan staf di puskesmas dimaksud tempat dokter itu bekerja.

Pocerattu mendapat informasi pengunduran dokter umum tersebut membuat pelayanan kepada masyarakat sedikit menjadi terganggu. “Kami harap petugas medis dan para staf tidak boleh terganggu dengan persoalan ini, dan kembali bertugas untuk melayani masyarakat, terkait pengunduran dokter tinggal menunggu keputusan bupati,” ujar Pocerattu.

Sementara itu, Kepala Seksi Promosi Kesehatan di Dinas Kesehatan Mansel, Edi Inyomusi, menyampaikan kekecewaannya terkait surat pengunduran diri para dokter tersebut.

“Kami harap Pemkab dapat memperhatikan nasib para dokter ini, lebih khususnya dokter orang asli Papua, dr Merlyn Waromi, karena telah mengabdi tetapi hak-hak tidak terbayarkan,” kata Inyomusi.

Sumber: kompas.com