Tulungagung Kekurangan Dokter Umum

January 6, 2017 | Posted in Berita, berita-lengkap, news-nasional


puskesmas baru

Guna mengisi kekurangan dokter di puskesmas se-Tulungagung, hingga kini Kabupaten Tulungagung memerlukan tambahan puluhan dokter umum maupun dokter gigi.

Seperti disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Tulungagung Dr Gatot DP Poerwanto, MKK, kecukupan dokter umum dan gigi merupakan bagian penting dari rekredensialing (uji kelayakan) puskesmas. Sehingga menentukan besaran kapitasi (pembiayaan kesehatan) yang diperoleh dari kerjasama dengan BPJS Kesehatan.

“Maka kecukupan alokasi dokter umum sejumlah 35 dokter dan 11 dokter gigi untuk 30 puskesmas di Kabupaten Tulungagung sangat diperlukan. Ini dalam rangka pemenuhan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI Nomer 52 tahun 2016 tentang standar tarif pelayanan kesehatan dalam menyelenggarakan program jaminan kesehatan,” terangnya, awal Desember 2016 lalu.

Secara rinci Gatot menjelaskan, sekarang ini hanya dua puskesmas rawat jalan yang memenuhi kecukupan jumlah dokter umum dan dokter gigi, yaitu Puskesmas Kedungwaru dan Puskesmas Tulungagung.

“Tiga belas puskesmas rawat jalan masih kekurangan 14 dokter umum dan 7 dokter gigi. Sedangkan 17 puskesmas rawat inap masih kekurangan 21 dokter umum dan 4 dokter gigi,” ujarnya.

Masih menurut Kadinkes Tulungagung, tercukupinya jumlah dokter  mengacu pula terhadap Permenkes RI Nomer 71 tahun 2013 tentang pelayanan kesehatan pada jaminan kesehatan. Di Permenkes itu disebutkan, pusksemas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, harus memenuhi persyarakatan dalam penyediaan pelayanan kesehatan yang komprehensif.

Melalui kriteria teknis seleksi dan rekredensialing yang meliputi sumber daya manusia (SDM), kelengkapan sarana prasarana, lingkup pelayanan dan komitmen pelayanan.

“Adapun SDM, dijelaskan lebih lanjut pada Permenkes RI No. 52 tahun 2016 di bagian kedua, termasuk tarif  kapitasi pasal 4, 5 dan 6. Bahwa SDM meliputi juga ketersediaan dokter umum dan gigi,” tambahnya.

Kadinkes juga memaparkan ketentuan tentang pertimbangan penilaian pemenuhan kriteria SDM sebagaimana dimaksud.

“Penilaian pemenuhan kriterianya, kapitasi sebesar Rp 3 ribu per peserta per bulan apabila puskesmas tidak memiliki dokter umum dan dokter gigi. Kapitasi Rp 3.500,- per peserta per bulan apabila puskesmas memiliki dokter gigi dan tidak memiliki dokter umum. Kapitasi Rp 4.500,- per peserta per bulan apabila memiliki 1 dokter tetapi tidak memiliki dokter gigi. Kapitasi Rp 5 ribu apabila memiliki 1 dokter umum dan 1 dokter gigi. Kapitasi Rp 5.500,- apabila memiliki sedikitnya 2 dokter umum tetapi tidak memiliki dokter gigi dan terakhir, kapitasi Rp 6 ribu per peserta per bulan apabila paling sedikit puskesmas memiliki 2 orang dokter dan memiliki 1 orang dokter gigi,” urainya.

Diperlukannya kecukupan dokter karena Pemerintah Kabupaten Tulungagung begitu peduli memberikan pelayanan kesehatan bagi warganya. “Agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat bisa maksimal sesuai ketentuan perundang-undangan, maka perlu tercukupi jumlah dokter di puskesmas. Dengan demikian, akan terwujud Tulungagung Ayem Tentrem Mulyo Lan Tinoto sesuai motto Pemkab Tulungagung,” pungkasnya.

Sumber: skhmemorandum.com