Universitas Indonesia Luncurkan Aplikasi Isolasinfo untuk Pasien Isolasi Mandiri

1 November 2021 | Posted in Berita, berita-lengkap, news-nasional


Gambar UI

Universitas Indonesia (UI) meluncurkan aplikasi Isolasinfo untuk membantu pasien isolasi mandiri menjaga kesehatan fisik dan mental di masa pandemi COVID-19, khususnya yang bergejala ringan atau tanpa gejala.

Isolasinfo adalah karya kolaborasi dari Fakultas Kedokteran UI – RSCM, Indonesian Medical Education Research Institute (IMERI) FKUI, Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) UI, dan bermitra dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jakarta Pusat.

Dalam peluncuran Isolasinfo yang berlangsung daring, Sabtu, 30/10/2021, Direktur IMERI FKUI, Prof. dr. Badriul Hegar, menyambut baik hadirnya aplikasi yang diharap bisa memberikan manfaat yang berkesinambungan untuk masyarakat. “IMERI bersama FKUI-RSCM, Fasilkom UI, dan IDI Jakarta Pusat sangat bangga menjadi bagian dari hasil karya ini.”

Direktur Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo, dr. Lies Dina Liastuti, juga mengapresiasi mahasiswa-mahasiswa yang berpartisipasi dalam penanggulangan masalah di tengah masyarakat. Dia berpesan agar ide kreatif ini bisa terus bermanfaat bahkan setelah pandemi usai.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. Dr. dr. H. Ari Fahrial Syam, mengatakan Isolasinfo merupakan bentuk terobosan dari mahasiswa lintas fakultas, sebuah jawaban dari tuntutan di era digital.

Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan Fasilkom UI, Ari Saptawijaya, mengapresiasi tim pengembang aplikasi yang merupakan gabungan dari mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Fakultas Ilmu Komputer. Dia berharap kolaborasi ini menjadi penyemangat semua orang untuk saling mendukung dalam menghadapi dan mengatasi pandemi.

“Isolasinfo adalah bukti kemampuan adaptasi Universitas Indonesia di tengah kemajuan teknologi informasi dalam situasi pandemi yang membatasi ruang gerak. Kerjasama ini perlu dipertahankan dan ditingkatkan terus ke depannya,” harap Ari.

Pendiri Isolasinfo, Shakira Amirah menjelaskan tingginya angka penderita masalah kesehatan mental di masa pandemi menjadi salah satu faktor yang mendorong terciptanya aplikasi ini. Kasus Terkonfirmasi Positif COVID-19 per hari telah menurun, tapi angka pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri perlu tetap diperhatikan.

“Kurangnya pengetahuan masyarakat selama isolasi mandiri serta penyebaran informasi yang kurang merata juga melatarbelakangi aplikasi ini,” ia menambahkan.

Shakira berharap aplikasi ini bisa membantu masyarakat dalam melaksanakan isolasi mandiri tanpa gejala dan bergejala ringan.

Sumber itworks.id